hero

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

3 Agustus 2016, 17:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Polri belum bisa membuktikan kebenaran ucapan terpidana mati, Freddy Budiman kepada Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri, pada Rabu, 3 Agustus 2016.

“Jadi kita menilai bukan pak Harisnya, tapi meragukan apa yang dikatakan Freddy kepada pak Haris adalah sebuah kebenaran. Contohnya, masalah pledoi dan yang berkaitan dengan ke luar negeri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar.

Kepolisian juga menyayangkan dokumen elektronik yang berisi pernyataan Freddy tersebar luas tanpa konfirmasi atau pembuktian kebenaran. Menurut polisi, jika saja Haris langsung melapor pada tahun 2014 lalu, kasus ini dapat langsung diselidiki.

“Belum ada konfirmasi tapi sudah disebarluaskan. Padahal dalam waktu 2 tahun, memungkinkan bagi kita untuk menyelidiki pembicaraan antara pak Haris dan Freddy Budiman,” ungkap Boy.

Saat ini polisi masih mencoba mengkonfirmasi kebenaran tulisan Haris Azhar yang tersebar luas di berbagai media. Tulisan tersebut dinilai telah mencemarkan nama baik Polri, TNI dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Polisi akan menyelidiki soal pledoi Freddy Budiman di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tahun 2009, juga mengenai kepergian Freddy ke Cina saat sedang menjalani masa tahanan.

Koordinator KontraS Haris Azhar juga masih berstatus sebagai terlapor, bukan tersangka. Karena perlu ada upaya hukum lebih lanjut untuk menetapkan Haris sebagai tersangka.

“Jadi posisi pak Haris sebagai terlapor. Belum ada penetapan tersangka,” tambah Boy.

Haris Azhar menginformasikan omongan Freddy Budiman, jika ada keterlibatan oknum BNN, TNI dan Polri dalam kasus narkoba. Oknum di lembaga-lembaga itu disebutkan telah menerima suap dari Freddy hingga ratusan miliar rupiah untuk memuluskan bisnis narkobanya. 

Pihak BNN, TNI dan Polri belakangan melaporkan Haris dengan tuduhan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

SYARIFAH RAHMA | YAKSA SEMBODO

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments