hero
Kemenhub memberikan keterangan pers usai bertemu Lion Air. (NET/Anjana)

EDITOR : OCTOBRYAN

2 Agustus 2016, 23:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kementerian Perhubungan memanggil maskapai PT Lion Mentari Airlines terkait keterlambatan panjang lima penerbangan maskapai Lion Air pada Minggu, 31 Juli 2016, sekaligus mengevaluasi kinerja maskapai. 

"Kami minta klarifikasi, kira-kira apa permasalahan yang terjadi di lapangan untuk kemudian dicarikan solusinya," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo, Selasa, 2 Agustus 2016. 

Hemi menjelaskan, Kemenhub tidak mengeluarkan sanksi kepada Lion Air. Sebab, banyak faktor bisa memengaruhi waktu keberangkatan penerbangan. Meski demikian, Kemenhub meminta kepada Lion Air agar membenahi masalah internal terlebih dahulu.

"Hasil pertemuan tadi dengan Pak Menteri, kita evaluasi apakah delay disebabkan Lion Air sendiri atau karena ada penyebab lain," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa Menteri Perhubungan memberikan instruksi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk segera melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan seluruh maskapai nasional.

“Jadi itu akan berlaku untuk semua. Kami ingin perbaikan sistem penerbangan udara itu secara menyeluruh," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait mengaku dalam pertemuan bersama Menhub, pihaknya sudah menyampaikan informasi terkait keterlambatan yang terjadi. Ia berharap, data tersebut bisa melengkapi penjelasannya.

"Tadi kami memberikan data kejadian sebagai bahan pertimbangan evaluasi Kemenhub," ujarnya.

Dirinya kemudian menjelaskan faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya penundaan penerbangan. Ia menampik jika delay hanya disebabkan oleh kesalahan pihak maskapai.

"Banyak faktor ya, salah satunya bisa sebab infrastruktur ataupun cuaca," kilahnya.

BACA JUGA:
Lion Air: Seluruh Kompensasi Akan Kami Berikan
Lion Air Tak Pernah Jera Hadapi Pemerintah
Lion Air Delay, Penumpang Blokade Landasan Pacu
Bandara Internasional Lombok Kembali Dibuka

Berbagai upaya pun dilakukan pihaknya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada calon penumpang. Lion Air melakukan pembenahan dari sisi non teknis dengan harapan delay panjang tidak kembali terulang. 

"Rata-rata indeks ketepatan waktu penerbangan Lion Air meningkat dari 73 persen menjadi mendekati 80 persen. Ini akan kami tingkatkan terus,"tambahnya.

Lion Air sebelumnya mendapat sanksi dari Kementerian Perhubungan yaitu tidak menambah rute baru selama enam bulan. Sanksi tersebut diberikan karena keterlambatan parah yang disebabkan mogoknya para pilot pada Mei lalu.

Namun pekan lalu, Lion Air kembali mengalami keterlambatan penerbangan belasan jam hingga menyebabkan ratusan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta terlantar. Akibat keterlambatan tersebut, penumpang sempat nekat memblokir runway di Terminal 1 A.

Lima penerbangan yang tertunda yakni JT 650 rute Cengkareng - Lombok, JT 630 rute Cengkareng - Bengkulu, JT 590 rute Cengkareng - Surabaya, JT 582 rute Cengkareng - Surabaya dan JT 526 rute Cengkareng - Banjarmasin.

ANJANA DEMIRA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments