hero
Protes pekerja publik Rio de Janeiro, Brasil. (dailymail)

EDITOR : TITO SIANIPAR

2 Agustus 2016, 13:00 WIB

BRASIL

Ajang tanding olah raga terakbar sejagat, Olimpiade akan segera bergulir 5 Agustus 2016 mendatang. Namun permasalahan Desa Atlet Olimpiade Rio 2016 seperti tak kunjung selesai.

Insiden terbaru dialami kontingen Australia. Gedung tempat mereka tinggal kemalingan pada Senin, 1 Agustus 2016 lalu, atau hanya 4 hari sebelum pesta pembukaan Olimpiade.

Musibah itu didapat tim ketika seluruh kontingen Australia harus meninggalkan gedung karena dievakuasi akibat kebakaran kecil di basement gedung tempat mereka tinggal. Gedung ditinggal kurang lebih 30 menit. 

Tim Australia ketika dievakuasi. (dailymail)

Setelah semua tim kembali ke kamar, mereka mendapati beberapa barang mereka raib. "Satu laptop milik Official tim sepeda kami di lantai 5 hilang. Beberapa peralatan milik tim IT kami juga hilang," kata Kitty Chiller, Chief de Mission Australia seperti dilansir sntv, 1 Agustus 2016.

"Dan ketika saya dengan beberapa rekan cek, perlengkapan seragam kami juga ikut dicuri. Juga ada beberapa barang lain yang hilang,” keluh Kitty.

Menurut dia, kompleks tim Australia dipenuhi orang-orang tak berakreditasi, seperti petugas keamanan, petugas kebersihan, dan pekerja bangunan. Mereka bisa berlalu lalang dengan bebas.

"Akhirnya kami menyewa petugas keamanan sendiri untuk tim. Saya paham sulit mengawasi kompleks sebesar ini, tapi ketika panitia tidak siap dari sisi keamanan, kompleks sebesar ini sulit terhindar dari kasus pencurian,” ujar Kitty.

Pekan sebelumnya, tim Australia juga memprotes keras panitia akibat kondisi kamar yang tak layak dihuni, sehingga menolak untuk tinggal karena kondisi kamar  yang berantakan. Misalnya toilet yang mampet, pipa saluran bocor, serta kabel-kabel yang semrawut.

Gedung tim Australia. (dailymail)

Seperti negeri Kanguru, tim Argentina juga sempat menolak tinggal dengan alasan kamar yang mereka tempati tidak layak. Sementara tim Italia dan Selandia Baru yang harus memanggil sendiri tukang untuk memperbaiki kerusakan di kamar yang mereka tempati.

Kondisi berbeda dengan gedung tempat tim Britania Raya bermukim. Gedung mereka disebut adalah yang paling nyaman untuk ditempati dan paling lengkap dari segi fasilitas. 

Tapi itu bukan karena fasilitas yang disediakan penyelenggara, melainkan karena kerja keras dari para ofisial negeri Ratu Elizabueth ini. Demi kenyamanan, sebelum para atlet datang ke Rio, ofisial mereka melakukan aksi ‘bersih-bersih’.

Thomas Bach, President IOC (Komite Olimpik Internasional) mengakui bahwa panitia Olimpiade Rio 2016 memang mengalami krisis keuangan. Akibatnya pembangunan desa atlet belum mencapai 100 persen dan kerap mengalami penundaan. 

Desa atlet Rio de Janeiro. (dailymail)

Menurut Thomas, IOC sudah menyiapkan dana bantuan untuk panitia, namun Bach enggan menjelaskan rinciannya. “Panitia sedang kalkulasi ulang seluruh pengeluaran. IOC siap membantu kekurangan dana. Tujuannya tentu agar Olimpiade kali ini bisa terus berjalan secara lancar,” ujar Thomas.

Imbas dari banyaknya permasalahan Desa Atlet ini, pada akhir pekan kemarin, Mario Cilenti sebagai Kepala Desa Atlet dipecat dari perannya oleh panitia lokal. Ini bisa jadi pelajaran berharga bagi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

GIA PIJAR PERDANA | BERBAGAI SUMBER

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments