hero

EDITOR : OCTOBRYAN

30 Juli 2016, 01:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sekretaris Kabinet  Pramono Anung tegaskan Indonesia tidak akan penuhi permintaan pemerintah Turki. menurutnya, Indonesia adalah negara demokratis yang mengedepankan politik bebas aktif.

Jika memang sekolah yang dilarang oleh Pemerintah Turki tersebut tak melanggar hukum apapun yang ada di Indonesia, maka pemerintah tak akan menutupnya.

"Kedaulatan Indonesia telah diatur secara resmi dalam perundang-undangan. Tentunya hal ini penting untuk urusan dalam negeri Indonesia," ujarnya di kantor Sekretaris Negara, Jumat, 29 Juli 2016.

Sikap tegas tersebut disampaikan menanggapi rilis yang dikeluarkan Kedutaan Besar Turki di Jakarta. Mereka berharap dilakukan penutupan sama seperti yang sudah dilakukan negara lain.

Dalam keterangan persnya, pemerintah Turki menyebut saat ini sedang melakukan upaya-upaya yang perlu untuk menghukum sebagian orang yang terlibat kudeta.  Pemerintah Turki juga menyoroti pengaruh Gulen di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Di pihak lain, Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta menegaskan tuduhan Pemerintah Turki tentang beberapa sekolah di Indonesia terkait dengan kudeta merupakan fitnah. Pihak sekolah juga membahas perlunya mengambil langkah hukum atau lainnya.

“Tuduhan yang disampaikan Pemerintah Turki tidak mendasar. Sekolah ini terdaftar di Kemendikbud," ujar Kepala Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Ahmad Nurani.

Tuduhan itu juga sudah mencederai semangat pendidikan Indonesia. Pemerintah Turki sudah mencampuri pemerintahan dalam negeri Indonesia. Karena itu ia minta pemerintah mengambil langkah bijak untuk tidak memenuhi permintaan itu.

“Sejak 2015 sekolah ini sudah putuskan hubungan kerja dengan Turki. Sekolah kami bukan sekolah keagamaan," papar Ahmad

Hal tersebut diamini oleh Budayawan Emha Ainun Najib. Dirinya meyakini pemerintah RI tidak akan menuruti permintaan Turki untuk menutup sekolah yang disebut berkaitan dengan Fethullah Gulen. Sekolah Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta, yang ikut disebut Kedubes Turki merupakan sekolah kedua putri Cak Nun. 

Cak Nun yakin pemerintah Indonesia memiliki sistem untuk mengantisipasi dan mendeteksi dugaan penyimpangan yang bisa masuk dari luar negeri. Karena itu permintaan untuk menutup sekolah yang disebut berkaitan dengan Gulen akibat percobaan kudeta beberapa waktu lalu, disebut tidak realistis.

"Saya rasa Pemerintah punya otoritas dan akal sehat sendiri untuk masalah sekolah ini," tutupnya

ADAM SURYA | ANDRE PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments