hero
Ilustrasi hukuman mati\NET

EDITOR : REZA ADITYA

29 Juli 2016, 10:45 WIB

INDONESIA

Dari 14 terpidana narkoba, hanya empat orang yang dieksekusi mati oleh Kejaksaan Agung Jumat dini hari tadi. Eksekusi dilakukan di lapangan tembak Panaluan Nusakambangan, Jawa Tengah. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Noor Rachmad, mengatakan sisa terpidana lainnya akan dieksekusi di periode selanjutnya.

"Yang jelas untuk pagi ini ada empat, tentu untuk periode yang akan datang akan dilakukan secara bertahap yang lainnya," kata Rachmad, di Nusakambangan, Jawa Tengah, Jumat, 29 Juli 2016 dini hari. Rachmad emoh menjelaskan lebih rinci alasan hanya empat orang yang ditembak mati.

Dia hanya menjelaskan bahwa keempat orang ini memiliki catatan dan rekam jejak kejahatan luar biasa dalam peredaran narkoba.

Net Z merangkup daftar empat orang beserta kejahatan yang dilakukannya.

1. Freddy Budiman (Indonesia)
Freddy merupakan gembong narkoba yang tak kenal kapok. Dia tertangkap kali pertama pada 2009 karena kepemilikan 500 gram sabu. Namun pada tahun 2011 dia kembali membuat ulah dengan menyimpan ratusan gram sabu dan peralatan untuk membuat narkoba, sehingga divonis 18 tahun penjara. Setahun kemudian, dari balik jeruji penjara, dia terbukti mengontrol peredaran 1,4 juta pil ekstasi dari Cina dan divonis hukuman mati. Tak hanya sampai di situ, dia juga menjadi otak peredaran narkoba dalam kasus yang berbeda kurun waktu 2013-2016. Bahkan Freddy mengontrol pengiriman narkoba dari dalam penjara.

2. Mikael Titus Igweh (Nigeria)
Mikael divonis hukuman mati lantaran terlibat dalam jaringan narkotika internasional. Dia kedapatan memiliki heroin seberat 5,8 kilogram dan ditangkap tahun 2002

 

3. Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria)
Humphrey merupakan otak dari peredaran gelap narkoba oleh sindikat narkoba di Depok, tahun 2003. Dia ditangkap atas kepemilikan dan memperjual-belikan 1,7 kilogram heroin

4. Seck Osmane (Senegal)
Polri menggerebek Osmabe di sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Saat penggerebekan itu, ditemukan 2,4 kilogram heroin. Dia divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juli 2004

 

 

OCTOBRYAN | TIM LIPUTAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments