hero

EDITOR : REZA ADITYA

29 Juli 2016, 09:00 WIB

INDONESIA

Kejaksaan Agung akhirnya hanya mengeksekusi mati empat dari 14 terpidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah. Eksekusi dilakukan Jumat dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengatakan lembaganya batal mengeksekusi semua terpidana. Menurut dia, ada prioritas yang harus diputuskan Korps Adhyaksa itu selaku eksekutor.

"Tentu banyak pertimbangan yang mendalam, salah satunya dari perbuatan mereka ini," kata Rachmad, di LP Nusakambangan, Jumat, 29 Juli 2016 dini hari.

Empat orang yang dieksekusi dini hari tadi di lapangan tembak Panaluan Nusakambangan adalah Freddy Budiman, warga negara Indonesia; Humprey Ejike, warga negara Nigeria; Mikae Titus Igweh, warga negara Nigeria dan Seck Osmane, warga negara Senegal.

Rachmad mengatakan empat orang itu dieksekusi di bawah guyuran hujan deras. Alasan utama lembaganya mengeksekusi empat orang itu lebih dulu lantaran mereka dianggap memiliki kejahatan dengan di atas ambang batas.

Misalnya Freddy Budiman, yang masih bisa mengendalikan jaringan narkoba meski sudah mendekam di dalam bui. Juga Osmane mendistribusikan heroin ke pengedar. 

Sisa 10 orang lagi, kata dia, akan dieksekusi di tahap selanjutnya. Namun, Rachmad masih enggan menyebutkan kapan pelaksanaan eksekusi tahap keempat itu.

WIBISONO NOTODIRDJO

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments