EDITOR : PUTU DYAH

29 Juli 2016, 20:05 WIB

MALAYSIA

Sekilas Starbucks di Kuala Lumpur, Malaysia ini serupa dengan kedai-kedai lainnya. Aroma kopi menyeruak di antara para barista yang sibuk meracik pesanan pelanggan. Tapi kalau diperhatikan lama-lama, ada yang berbeda dengan cara komunikasi mereka. Para barista dan pegawai lain berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Mereka adalah penyandang tunarungu.

Training untuk barista penyandang tunarungu. (Foto: Starbucks)

Kedai kopi asal Amerika ini sudah memiliki 24 ribu cabang di seluruh dunia. Tapi StarbucksStore yang berlokasi di Mall Bangsar Village II ini jadi kedai pertama yang mempekerjakan tunarungu. Starbucks Malaysia bekerja sama dengan The Society of Interpreters for the Deaf (SID) untuk mempekerjakan 10 barista dengan kekurangan pendengaran.

“Kami ingin lebih meningkatkan perhatian masyarakat pada penyandang disabilitas. Bahwa mereka memiliki nilai dan kemampuan bekerja di tengah-tengah kita,” jelas Sydney Quays, Direktur Manajemen Starbucks Malaysia.

Kertas pesanan untuk pelanggan dengan disabilitas. (Foto: Starbucks)

Selain pegawai, Starbucks ini juga didesain ramah untuk pelanggan dengan disabilitas. Kedai menyediakan Starbucks Card yang dipakai pelanggan untuk mencatat pesanan dan nomor antrian. Kalau di kedai lain barista akan memanggil nama pemesan saat minuman sudah siap. Tapi di sini konsumen bisa mengecek pesanan lewat nomor antrian yang tertera di layar. Semua untuk memfasilitasi mereka yang kekurangan agar setara di tengah masyarakat.

Starbucks Newsroom

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments