hero

EDITOR : PUTU DYAH

28 Juli 2016, 08:20 WIB

INDONESIA

Handphone, televisi, komputer dan peralatan elektronik lain rasanya susah lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Tapi tetap harus hati-hati nih, terlalu banyak bersentuhan dengan benda-benda tadi bisa berpengaruh buat tubuh kita. Mulai dari cedera ringan sampai serangan jantung. Berikut enam resiko kesehatan yang bisa timbul dari gadget-gadget di sekitar kita seperti yang dilansir dari Live Science.  

Playstation Palmar Hidradenitis

Foto: LiveScience

Kelainan kulit ini terjadi pada orang-orang yang terlalu lama memegang konsol PlayStation. Palmar hidradenitis ditandai adanya ruam atau benjolan di telapak tangan.

Kasus pertama terjadi pada gadis 12 tahun di Swiss yang rutin bermain PlayStation selama berjam-jam setiap hari. Vincent Piguet, peneliti dari University Hospitals and Medical School of Geneva menjelaskan, hal ini terjadi karena menggenggam konsol terlalu kuat dan menggerakkan tombol berulang-ulang

Adanya kasus ini nggak berpengaruh pada produsen PlayStation, Sony Computer Entertainment Europe Ltd. Juru bicaranya membela produk buatan mereka dengan mengatakan kalau palmar hidradenitis hanya terjadi pada satu orang. Sementara di seluruh dunia ada ratusan juta orang yang memainkan perangkat ini.

Tersambat Petir 

Caption

Memegang benda elektronik pas lagi hujan petir, tentunya bukan tindakan yang tepat. Kejadian nggak menyenangkan pernah terjadi pada gadis 15 tahun di London. Remaja ini tersambar petir di taman kota waktu dia sedang menggunakan handphoneAkibatnya, dia mengalami serangan jantung dan kehilangan pendengaran pada bagian telinga yang digunakan untuk menelpon waktu itu.

Saat petir menyambar seseorang, ada fenomena flashover, gelombang listrik mengalir pada kulit tanpa masuk ke tubuh kita. Adanya benda logam atau benda elektronik yang kita pegang, justru mengalirkan listrik ke dalam tubuh. Akhirnya, cedera internal pun nggak bisa dihindari.

Kejang-kejang 

Foto: Pixabay 

Ternyata warna-warni dari televisi bisa mempengaruhi otak dan saraf kita lho. Layar TV kerap menampilkan warna-warna yang mencolok. Apalagi sekarang banyak juga video game yang menggunakan TV untuk arena permainan. Cahaya berlebihan bisa menyebabkan orang-orang yang terlalu sering menatap TV berpotensi mengalami kejang bahkan pingsan.

Kondisi ini terjadi akibat fotosensitif atau kepekaan pada cahaya. Dari 100 orang yang menderita kejang atau menunjukkan gejala epilepsi, 3-5% di antaranya mengalami fotosensitif. Peneliti belum mengetahui pasti penyebabnya, tapi ketidakseimbangan sinyal otak berperan dalam hal ini.

Obat untuk mengatasi kondisi ini juga belum ditemukan. Tapi orang-orang yang mengalami kejang atau fotosensitif perlu menghindari melihat gambar berpola mencolok dan cahaya flicker yang dapat memicu kerusakan pada mata.

Computer Vision Syndrome

Foto: LiveScience

Data dari American Optometric Association menunjukkan, Computer Vision Syndrome (CVS) terjadi pada 70% pekerja yang rutin memakai komputer. Terutama mereka yang memakai komputer lebih dari dua jam per hari. Bagi sebagian orang, gejala CVS dianggap biasa tapi juga bisa mengganggu. Seperti mata tegang, sakit kepala, pandangan nggak fokus dan mata kering.

Untuk menghindari dampak lebih besar, sebaiknya tempatkan layar 10-12 cm bawah eye level dan sekitar 50 cm di depan mata. Tambahkan juga layar anti silau dan pencahayaan yang cukup di ruangan untuk mengurangi masalah pada mata kita.

Tinnitus

Foto: LiveScience

Telinga berdenging adalah salah satu tanda seseorang mengalami tinnitus. Orang-orang yang mengalami gangguan ini mendengar suara lebih pelan dari orang normal.

Studi dari jurnal Occupational and Environmental Medicine menunjukkan, tinnitus berpotensi terjadi pada orang-orang yang intensif menggunakan handphone. Penelitian lain menjelaskan kondisi ini timbul karena sensitivitas telinga pada gelombang elektromagnetik yang muncul dari alat komunikasi tersebut.

Para peneliti masih memperdalam kaitan antara durasi penggunaan handphone dan pengaruhnya pada tinnitus. Cara mengatasi penyakit ini juga masih dicari tahu.

Nintendinitis dan Wiiitis

Foto: LiveScience

Kamu suka main sambil joget-joget dengan Nintendoo Wii? Kalau begitu, hati-hati. Dokter-dokter orthopedic di Amerika menemukan adanya kelainan pada orang-orang yang sering melakukan permainan ini. Dalam literature medis, mereka menyebutnya Wiitis atau Nintendinitis.

Secara fisik, permainan Nintendo ini ‘memaksa’ orang-orang untuk bergerak dengan menggabungkan game dengan olah tubuh. Tapi kalau asal-asalan bisa juga bahaya, seperti cedera di kepala, dislokasi bahu sampai patah tulang.

LIVE SCIENCE

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments