hero

EDITOR : REZA ADITYA

27 Juli 2016, 18:25 WIB

INDONESIA

Terpidana mati Merry Utami, mengirim sepucuk surat untuk Presiden Joko Widodo. Dalam surat yang ditulis tangan itu, Merry meminta maaf kepada Presiden atas apa yang sudah dilakukannya selama ini.

Kuasa hukum Merry, Troy Latuconsina, membenarkan kliennya yang menulis surat itu. Troy mengatakan surat itu ditulis Merry setelah dipindahkan ke sel isolasi di lembaga pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sebelumnya Merry mendekam di lembaga pemasyarakatan wanita Tangerang, Banten.

Surat itu, kata dia, ditulis Merry setelah mendapat sinyal akan diekskusi dalam waktu dekat. "Ya benar itu yang menulis kien saya," kata Troy, kepada Net Z, saat dihubungi, Rabu, 27 Juli 2016. "Ditulis oleh dia untuk Presiden."

Troy mengatakan surat itu sekaligus permohonan pengajuan grasi kepada Presiden Jokowi. Dia berharap Jokowi terenyuh dan mengabulkan permintaan maaf serta grasi yang tertulis dalam surat itu.

Hingga kini, Merry masih ditempatkan di sel isolasi Nusakambangan. Namun Troy mengatakan Kejaksaan Agung belum memberikan notifikasi pelaksanaan eksekusi untuk kliennya. "Kami belum terima notifikasi itu, tapi sejauh ini kami mendapatkan informasi pelaksanaan ekskusi tanggal 30 Juli," kata dia.

Merry ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena membawa 1,1 kilogram heroin pada tahun 2001. Dua tahun kemudian, dia divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Kisah Merry berawal dari kedekatannya dengan pria bernama Jery. Dia lalu diminta ke Nepal untuk jalan-jalan dengan dititipi tas. Rupanya, di dalam tas tersebut ditemukan heroin oleh petugas Bandara Soekarno-Hatta.

REZA ADITYA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments