hero
Itjen Kemenhub beri keterangan pada wartawan. (NET/Octa)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Juli 2016, 06:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Kedatangan mereka untuk berkoordinasi sekaligus membuat laporan polisi terkait dugaan korupsi pengadaan kapal patroli laut kelas III, IV dan V di Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

"Kami serahkan beberapa dokumen pembangunan proyek pengadaan kapal patroli," ujar Inspektur Jenderal Kemenhub Cris Kuntadi, Selasa, 26 Juli 2016 di Bareskrim.

Pembangunan ini menggunakan anggaran 2013 dan 2014 dimana seharusnya sudah selesai pada akhir tahun. Setidaknya lima perusahaan pihak ketiga terlibat kerjasama dalam 16 paket proyek pembangunan kapal patroli yang merugikan negara sebesar 36,5 miliar rupiah itu. 

"Berarti kami keluarkan anggaran uang, tapi barang enggak dapat. Makanya menurut kami ada permasalahan," tambahnya.

Laporan dugaan korupsi pengadaan kapal patroli laut, lanjut Cris, telah mendapatkan izin dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Lantaran dari hasil audit ditemukan indikasi melawan hukum dan kerugian negara.

Usai menerima audit tersebut, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti.

Laporan tersebut akan diproses sesuai dengan tahapannya.

"Kita akan tindaklanjuti mengaudit dokumen itu. Baru nanti mungkin perhitungan kerugian negara dan dilakukan upaya penyidikan," kata Ari.

OCTABARRY

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments