hero
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi. (setkab.go.id)

EDITOR : TITO SIANIPAR

27 Juli 2016, 00:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Polemik pesan dari Istana yang beredar beberapa hari terakhir tentang larangan menteri ke luar kota, segera berujung. Presiden Joko Widodo memanggil seluruh menteri dalam Kabinet Kerja untuk rapat hari ini, Rabu, 27 Juli 2016 di Istana Kepresidenan.

"Ya memang ini menindaklanjuti pembicaraan dari Pak Sesneg (Sekretaris Negara)," kata Johan, di Kompleks Istana, Selasa, 26 Juli 2016. "Bahwa ada sidang paripurna kabinet jam 3 (sore). Topiknya mengenai pengarahan Presiden."

Sebuah pesan dari Presiden Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno tersebar akhir pekan lalu. Pesan atas nama Pratikno itu berisikan larangan menteri Kabinet Kerja ke luar kota periode 25-29 Juli 2016. Pesan yang kemudian menyebar luas itu dibaca sebagai sinyal akan ada pergantian susunan kabinet.

Johan sendiri enggan menyebut pengarahan seperti apa yang akan disampaikan Presiden. Yang pasti, kata dia, pengarahan terkait program kerja seperti biasa, dan tidak ada hal istimewa soal perombakan kabinet. Karena, menurut Johan, untuk evaluasi menteri tidak hanya dilakukan pada satu waktu. 

"Maksud pengarahan Presiden adalah mendengarkan pengarahan yang wajib didengarkan semua menteri Kabinet Kerja," kata dia.

Berbeda dengan Johan, sejumlah pihak menduga pesan yang sebenarnya instruksi untuk menyelenggarakan sidang paripurna kabinet itu merupakan sinyalemen perombakan kabinet jilid dua. Kecurigaan datang salah satunya dari Dewan Perwakilan Rakyat.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebut pesan itu menandakan perombakan kabinet yang akan dilakukan Jokowi semakin dekat. “Kalau dilihat dari kacamata politik, pastinya. Karena tidak mungkin hanya sidang paripurna,” kata Hendrawan kepada NET.Z, saat dihubungi, Selasa, 26 Juli 2016.

BACA JUGA:
Di Bawah Pusaran Teuku Umar
Antara Trump, Jokowi, dan Berakhirnya Obama
Suhardi Alius, Kepala BNPT Pilihan Jokowi & Tito
Langka! Menteri Jokowi Bersatu Membayar Zakat

Dugaan Hendrawan dipicu dari berbagai hal. Pertama, surat edaran itu diterbitkan setelah masa reses anggota parlemen. Kedua, Presiden sudah memberikan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2017. “Artinya, semua indikasi itu menunjukkan akan ada perombakan dalam waktu dekat,” kata Ketua Bidang Perekonomian Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan ini.

Partai pendukung pemerintah lain, NasDem juga mengindikasikan hal yang sama. Wakil Sekretaris Jenderal NasDem Willy Aditya mengatakan Presiden memang memiliki agenda penting terkait menteri dalam kabinetnya. "Dalam minggu ini," kata Willy. 

Dia juga menilai Presiden memiliki perhitungan dalam merombak kabinetnya. "Terutama soal kinerja para menteri," kata dia.

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies, Arya Fernandes, menilai isu perombakan kabinet sebenarnya sudah mencuat sejak enam bulan lalu. Namun sejak adanya pesan dari istana itu, isu perombakan kabinet semakin nyata dan dipastikan dalam beberapa hari ke depan. 

Namun, Arya menilai bukan kapan waktu reshuffle yang penting. Menurut dia, ada hal yang lebih penting dari perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo. "Presiden harus memastikan bahwa menteri baru yang akan dia tunjuk tidak mempunyai masalah dalam kasus korupsi," ujarnya.

Pergantian menteri, tambah Arya, sebaiknya tidak sekedar untuk mengakomodasi kepentingan politik partai-partai pendukung. "Presiden perlu mempertimbangkan orang profesional, karena pada saat kampanye berjanji membentuk kabinet yang profesional."

Berbeda dengan DPR dan pengamat, sikap dan reaksi menteri Kabinet Kerja justru adem ayem dalam menanggapi isu perombakan kabinet. Bahkan cenderung tiarap. Cuma Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tampil seperti biasa. Dia tidak khawatir dan menganggap wajar adanya bongkar pasang kabinet. 

"Kalau orang bekerja, tentunya akan dievaluasi. Kalau tidak bisa kerja, ya diganti. Wajar," kata Susi."Jabatan menteri itu sangat politis, dan sangat tergantung Presiden. Ya kami bekerja as best as we can. Kalau masih tidak terpakai, dipecat, ya biasa. Its not the end of the world." 

REZA ADITYA | MELISA ESTER LOLINDU | CHELZEA VERHOEVEN | REYSKA RAMDHANI

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments