hero
Lalu Muhammad Iqbal. (NET)

EDITOR : TITO SIANIPAR

26 Juli 2016, 12:15 WIB

INDONESIA

Proses identifikasi terhadap korban tewas kapal tenggelam di Johor Bahru, Malaysia semakin sulit dilakukan. Untuk korban selamat, pemerintah mengupayakan pengabaian proses imigrasi agar mereka bisa pulang.

"Pertama kondisi tubuh yang sudah secara visual sulit diidentifikasi. Karna mereka memang sudah tiga malam malam di laut jenazahnya," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2016.

Kapal yang membawa 63 WNI tenggelam pada Sabtu, 23 Juli 2016 lalu. Sebanyak 34 orang dilaporkan selamat dalam perjalanan pulang dari Malaysia menuju Indonesia itu.

BACA JUGA:
Kapal Tenggelam di Malaysia, 12 WNI Tewas
Korban Kapal Tenggelam Johor Bertambah
Lagi, Kapal Cina Membandel Kepergok Curi Ikan
Kapal Imigran Sri Lanka Terdampar di Aceh

Menurut Iqbal, hingga saat ini sudah 14 jenazah ditemukan. Dari jumlah itu, tujuh berhasil diidentifikasi. "Sisanya masih dalam proses identifikasi," kata dia.

Selain kondisi jenazah yang semakin memburuk, lanjut Iqbal, ada persoalan lain yang mempersulit identifikasi jenazah. "Mereka ini semuanya adalah undocumented sehingga tidak ada dokumen yang bisa dijadikan rujukan," ujarnya.

Untuk para korban selamat, masih diproses di keimigrasian Malaysia. Perwakilan dari Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Bahru juga turut mendampingi mereka untuk proses pemulangan. "Kami sudah minta otoritas Malaysia supaya mereka diperkecualikan dari proses imigrasi," kata Iqbal.

MELISA ESTER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments