hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

26 Juli 2016, 09:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Ketersedian lahan pemakaman di DKI Jakarta menjadi masalah baru bagi pemerintah. 

Saat ini Jakarta memiliki 78 buah tempat pemakaman umum (TPU) yang tersebar di lima wilayah. Total luas lahan mencapai 596 hektar. Dari jumlah tersebut hanya 48 hektar lahan yang benar-benar siap menampung penduduk yang meninggal. 

Di sisi lain, angka kematian di Jakarta berkisar antara 100 hingga 110 jiwa setiap harinya. Jika satu orang meninggal membutuhkan luas tanah 4,375 meter persegi (1,75 m x 2,5 m). Maka dalam satu tahun Jakarta membutuhkan sedikitnya 20 hektar lahan untuk menampung para warganya yang meninggal.

Jika membandingkan jumlah ketersedian lahan dengan angka kematian, niscaya dalam tiga tahun kedepan Jakarta tidak lagi sanggup menampung warganya yang berpulang. Dalam tiga tahun Jakarta membutuhkan 60 hektar lahan.

"Sebenarnya sudah lama ya, kita sudah memprediksi sejak 10 tahun yang lalu. Jakarta ini mengalami krisis lahan makam," ujar pengamat perkotaan Nirwono Yoga kepada NET.

Kondisi ini yang memicu maraknya pemalsuan makam di Jakarta. Warga khawatir kehabisan lahan saat meninggal. Mereka memilih membayar sejumlah uang untuk memesan lahan makam jauh hari sebelum mangkat.

Makam fiktif dibuat dengan meletakan batu nisan di atas tanah kosong atau makam yang telah melewati masa izin. Kemudian, oknum pemalsu mematok harga Rp 1,5 juta hingga Rp 10 juta untuk tiap makam yang dipesan. Hingga berita ini diturunkan Dinas Pertamanan dan Pemakanan Provinsi DKI Jakarta telah menemukan 170 kasus pemalsuan makam yang terjadi di 78 TPU.

Aulia Rahmat

Baca Juga:

Ahok akan Hukum Pemalsu Makam

 

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments