hero
Untung Sunaryo pengacara Freddy Budiman di Kejaksaan Negeri Selatan. (NET/Anan)

EDITOR : OCTOBRYAN

25 Juli 2016, 16:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman berencana mengajukan grasi ke Presiden Joko Widodo. Upaya itu ditempuh setelah pengajuan peninjauan kembali ditolak oleh Mahkamah Agung.

"Kami akan ajukan permohonan grasi ke Presiden," kata kuasa hukum Freddy, Untung Sunaryo, Senin, 25 Juli 2016.

Untung mengatakan hingga saat ini tim kuasa hukum Freddy masih menunggu salinan putusan dari Mahkamah Agung terhadap PK yang diajukannya. Setelah itu, dia baru akan berangkat ke Nusa Kambangan menemui Freddy untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Saya akan koordinasi dengan Freddy. Ini upaya terakhirnya," tambah Untung. Saat ini, Freddy masih mendekam di LP Pasir Putih di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. 

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyambut baik putusan MA yang menolak PK Freddy. Prasetyo mengatakan bahwa putusan tersebut telah ditunggu-tunggu publik.

"Itu yang kita harapkan. Masyarakat sudah menunggu sekali," ucap Prasetyo.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Muhammad Rum menjelaskan, pihaknya belum bisa merilis nama-nama yang masuk dalam daftar hukuman mati. Termasuk, apakah nama Freddy Budiman menjadi salah satu terpidana yang akan masuk dalam daftar eksekusi jilid tiga.

"Ya kami siapkan semua. Jadi nanti kalau memang sudah siap pelaksanaannya, akan diumumkan siapa-siapa yang akan dieksekusi," tutur Rum.

Sebelumnya, Mahkamah Agung RI menolak pengajuan peninjauan kembali terpidana mati Freddy Budiman. Juru bicara MA, Suhadi mengatakan pihaknya tidak menemukan persyaratan dalam pengajuan PK itu. Sehingga Freddy tetap diputuskan untuk menjalani vonis mati seperti putusan pengadilan sebelumnya.

"Majelis hakim menolak permintaan Freddy karena dokumen yang diajukan tidak memenuhi syarat," ujarnya

Berikut hukuman yang diterima Freddy dan jaringannya:

Kasus Impor 1,4 Juta Butir Ekstasi
1. Freddy Budiman divonis mati.
2. Ahmadi divonis mati.
3. Chandra Halim divonis mati.
4. Teja Haryono divonis mati.
5. Hani Sapto Pribowo dipenjara seumur hidup.
6. Abdul Syukur dipenjara seumur hidup.
7. Muhtar dipenjara seumur hidup.
8. Anggota TNI Serma Supriadi divonis 7 tahun penjara dan telah dipecat.

Kasus Pabrik Sabu di Sel LP Cipinang
1. Wakil Kepala Pengamanan Gunawan Wibisono dijatuhi hukuman 8 tahun penjara
2. Aris Susilo dijatuhi hukuman 5 tahun dan 10 bulan penjara
3. Cecep Setiawan Wijaya dihukum mati di kasus impor 6 kg sabu.
4. Haryanto Chandra belum dipublikasikan

Kasus Pembelian 50 Ribu Butir Ekstasi dan Rencana Membuat Pabrik Sabu
1. Suyatno dihukum 20 tahun penjara.
2. Suyatno alias Gimo dihukum 20 tahun penjara.
3. Aries Perdana dihukum 20 tahun penjara.
4. Latief (adik Freddy Budiman) dihukum penjara seumur hidup

OCTOBRYAN | ANAN SURYA | DILLA HANTIKA | DELVIANA AZARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments