SIswa peragakan Sistem Mitigasi Banjir bekerja (NET/JImmy)

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Juli 2016, 10:00 WIB

CIMAHI, INDONESIA

Alat deteksi banjir bernama Simina Banjir (Sistem Mitigasi Bencana Banjir) hasil karya siswa SMKN 2 Cimahi berhasil menyabet prestasi dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2016 yang berlangsung di Harbin, China. Alat tersebut mendapat penghargaan Special Award from Singapore dan Special Award from Thailand.

Alat tersebut buatan siswa kelas 12 jurusan Mekatronika, Asep Muhamady Anwar Salim (16) dan Muchammad Alfarisi (16). Kedatangan mereka ke sekolah disambut meriah oleh jajaran pengajar dan teman-teman di sekolah SMKN 2 Cimahi Jln. Kamarung, Kota Cimahi, Kamis, 21 Juli 2016.

Menurut Alfarisi, alat tersebut berawal dari proyek atau tugas kelas beberapa waktu lalu. "Idenya dari daerah banjir di sekitar kita. Sering tanpa peringatan sehingga menimbulkan kerugian," ujarnya.

Dirinya dan Asep berkolaborasi menciptakan Simina Banjir. Kerja alat terdiri dari sensor yang mendeteksi keadaan lingkungan berupa level ketinggian air di badan sungai, disambungkan ke mikrokontroler yang akan memberi informasi soal 5 jenis peringatan atau level bahaya banjir mulai dari normal-waspada-siaga-awas-banjir.

"Saat mencapai level Awas, alarm dan lampu indikator akan berbunyi. Sistem langsung mengirim SMS dan hubungan telepon ke nomor petugas," ungkapnya.

Untuk merakit alat tersebut, dibutuhkan modal sekitar Rp 700.000, ditambah alat panel surya senilai Rp 300.000 hingga total mencapai Rp 1 juta. Alat ini akan terus dikembangkan baik dari sistem elektronika maupun bahan material dasar yang kini masih menggunakan pipa paralon.

"Dalam ajang IEYI, responnya baik, soalnya alat ini dibutuhkan. Pemkot Cimahi juga sempat bicara akan menerapkannya untuk mengatasi bencana banjir. Tapi belum ada kelanjutan," katanya.

Selaku pembimbing tim, pengajar Mekatronika, Kusman Subarja mengatakan, proyek kelas bertema bencana membuat para siswa menggali ide untuk menciptakan alat yang bisa diterapkan bagi lingkungannya.

"Saya senang karya anak-anak mendapat apresiasi, bahkan penghargaan internasional ini baru kali pertama diterima sekolah kami," ujarnya.

Kondisi keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat mereka. Keyakinan dan optimisme bisa meraih hasil maksimal di ajang Internasional bisa menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Indonesia.

JIMMY MARTINO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments