EDITOR : OCTOBRYAN

23 Juli 2016, 17:00 WIB

KABUPATEN MAJALENGKA, INDONESIA

Siapa bilang Indonesia tidak memiliki atlet terbaik dalam bidang olahraga. Eman Sulaeman buktinya. Pemuda berusia 27 tahun asal Desa Tegal Sari, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat membuktikan diri sebagai kiper terbaik Kejuaraan Dunia Homeless Word Cup (HWC) 2016 yang berlangsung di Glaslow, Skotlandia 10-16 Juli lalu.

Kegigihan Eman mengundang decak kagum. Beberapa media Inggris, seperti The Mirror, memuji ketangguhannya. Video dirinya melakukan penyelamatan beredar di situs jejaring sosial Facebook dan Youtube. Penonton yang menyaksikan kehebatannya langsung pun ikut menyemangatinya.

"Saya sangat menikmati atmosfernya. Pengalaman luar biasa ikut di kompetisi ini," ujarnya


Namun siapa sangka Eman sejak lahir mengalami disabilitas. Kakinya tidak sempurna; kaki kanannya hanya sebatas pergelangan, sedangkan kaki kirinya sebatas lutut. Di atas lapangan, ia bertumpu dengan kaki kanannya, sementara tangan kirinya ikut membantu menahan badan ketika sedang menguasai bola. Tapi kondisi tersebut tak menghalanginya saat menghalau bola demi mencegah lawan membobol gawangnya. 

https://twitter.com/homelesswrldcup

 

Toh, Eman tidak terlihat canggung. Beberapa kali ia berhasil menyelamatkan gawangnya, lalu menyapu bola jauh-jauh keluar dari areanya.

"Kesulitan sih ada karena harus memakai sepatu. Mungkin itulah karena dulu kan tidak terbiasa pakai sepatu sekarang wajib," tambahnya.

Di luar lapangan, Eman menggunakan kursi roda. Di dalam lapangan, Eman menggunakan penyanggah untuk kedua kakinya. Hebatnya, selama pertandingan, Eman memang bergerak sangat lincah, meski dengan dua kaki yang tak sempurna.

Pengalamannya bermain dari antar kampung membawanya untuk coba ikut dalam kancah turnamen yang lebih tinggi. Eman pun mengikuti seleksi pemain Street ball untuk ajang Homeless World Cup 2016. Eman pun berhasil lolos seleksi tim dan bergabung bersama beberapa pemain dari berbagai daerah di Indonesia. Dirinya terpilih sebagai penjaga gawang utama.

Eman selalu serius tiap latihan (NET/Pradesta)

 

Eman dan tim Indonesia melangkah cukup jauh. Sempat kalah dari Hongaria dengan skor 4-5, Indonesia akhirnya melaju ke perebutan tempat ketujuh dan kedelapan. Pada akhirnya, Indonesia menempati posisi ketujuh Homeless World Cup 2016 usai menundukkan Bosnia Herzegovina 5-4. Indonesia merupakan satu-satunya peserta dari Asia yang mengikuti ajang bergengsi ini.

"Penampilan paling baik ketika mengalahkan tuan rumah Skotlandia. Menang telak, saya hanya kebobolan tiga gol," ujarnya bangga.

Medali Piala Dunia Homeless World Cup (NET/Pradesta)

 

Pengalaman dan pencapaian yang didapatkan Eman tak lantas membuatnya berpuas diri. Satu misi yang ingin ia jalani saat ini adalah menjadi motivator bagi anak-anak muda difabel.

Dia ingin berbagi ilmu dan membuktikan bahwa dengan keterbatasan fisik tidak otomatis menghalangi untuk meraih prestasi, asalkan percaya diri dan tak berkecil hati.

"Awalnya memang minder, tapi perasaan itu saya buang jauh-jauh, " tutup pengagum kiper legendaris Edwin Van Der Sar .

PRADESTA BAGUS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments