hero
Siti Aminah ditangani di Puskesmas Ciracas. (NET/Noval)

EDITOR : TITO SIANIPAR

22 Juli 2016, 15:59 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Puskemas Ciracas, Jakarta Timur mengakui sempat menangani Aminah karena kondisinya yang gawat. Hal ini berbeda dengan keterangan Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Prihato yang mengatakan Aminah tak ditolong di Puskesmas.

"Dicek ternyata ada hipertensi dalam kehamilan," kata Kepala Puskesmas Ciracas Winarto, Jumat, 22 Juli 2016. "Itu butuh penanganan segera makanya menyiapkan untuk segera dirujuk ke rumah sakit," tambah dia.

Aminah alias Siti meninggal dunia ketika hendak melahirkan, Kamis, 21 Juli 2016. Dia sempat mendapat pertolongan di Puskesmas Ciracas, baru dilarikan ke RS Pasar Rebo, Jakarta Timur. Nahas, nyawanya dan bayi dalam kandungannya tak tertolong. 

Menurut dokter Fitria, yang menangani Aminah di Ciracas, pasien datang dalam kondisi lemah dan kekurangan kesadaran. Tekanan darahnya 140/90. Bahkan dari pemeriksaan terhadap kehamilan, kata Fitria, masih ada tanda-tanda kehidupan dari janin.

"Karena kondisi lemah masih kita lakukan pemasangan infus," kata Fitria. "Lalu setelah difinal Kamulan kami kasih oksigen," tambah Fitria.

Winarto menambahkan, Aminah mengidap hipertensi pada masa kehamilannya. Selain itu, Aminah juga memiliki faktor resiko karena tubuhnya yang pendek. "Kurang dari 140 sentimeter," kata Winarto.

Keterangan Winarto dan Fitria sekaligus menampik pernyataan Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Prihato yang mengatakan Aminah tak ditangani di Puskesmas Ciracas, melainkan langsung ke RS Pasar Rebo. "Itu dia dibawa tetangganya sendiri ke sana," kata Pihato.

AZ ZAHRA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments