hero

EDITOR : DASNITA M. SINAGA

20 Juli 2016, 04:04 WIB

AFGANISTAN

Seorang guru asal Afganistan Saber Hosseini, membuat perubahan dengan mengantarkan buku ke desa-desa terpencil di Afganistan. 

Dikutip dari China Central Televisi (CCTV), karena tidak ada sekolah dan perpustakaan di wilayah perang ini, Saber ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak bersekolah untuk membaca dan mendapatkan ilmu pengetahuan dari buku bacaan.

Sober Hosseini membawa buku bacaan untuk dipinjamkan kepada anak-anak desa Bamiyan (CCTV)

“Kebanyakan anak-anak ini sudah cukup umur untuk duduk di kelas 3 atau 4, tapi kenyataannya mereka belum belajar membaca dan menulis sama sekali. Ini tidak seharusnya terjadi,” jelasnya kepada tim CCTV.

Dari sinilah muncul ide Saber untuk membuat perpustakaan keliling. Ia mendapatkan sumbangan buku-buku melalui donasi dari teman-teman yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di Afganistan.

Hosseini memulai dengan 200 buku cerita untuk anak-anak di provinsi Bamiyan, Afganistan. Bersama dengan sekelompok relawan ia memutuskan untuk pergi ke desa-desa terpencil untuk menyebarkan ilmu pengetahuan melalui buku-buku yang dimilikinya dengan menggunakan sepeda.

Anak-anak antusias meminjam buku di perpustakaan keliling (CCTV)

Bagi anak-anak yang tidak punya kesempatan membaca buku dan harus membantu orangtuanya bekerja, kunjungan dari guru sederhana ini sangat ditunggu-tunggu. Salah satunya oleh gadis kecil bernama Mahmaz. “Buku-bukunya sangat menarik, saya sering pinjam dari perpustakaan,” kata gadis berambut pendek ini.

Saber mulai bersepeda dengan perpustakaan kelilingnya sejak 7 bulan lalu. Aksinya ini pun mulai dikenal dan membuat orang-orang tergugah untuk membantunya dalam mengajarkan anak-anak Afganistan untuk belajar. Terbukti, hanya dalam beberapa bulan, koleksi Hosseini dari 200 buku telah bertambah hingga 3.500.

Dengan jumlah buku yang banyak ini, Saber memindahkan koleksi buku-bukunya ke sebuah rumah kosong di dekat rumahnya dan membuka perpustakaan umum pertama di Bamiyan.”Perpustakaan ini buka beberapa jam sehari. Siapa saja bisa dating kesini dan membaca,” tutupnya.

Setiap hari Sabtu, Minggu dan hari libur, Saber tetap bersepeda dengan perpustakaan kelilingnya untuk mengunjungi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil. Ia berharap, suatu hari nanti sekolah akan dibangun di daerah pegunungan ini.

 

 

DASNITA | CCTV | NOW THIS

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments