hero
Angkatan Laut Amerika. (The Guardian)

EDITOR : TITO SIANIPAR

19 Juli 2016, 21:15 WIB

AMERIKA SERIKAT

Mahkamah Banding Federal AS membatalkan putusan pengadilan yang membolehkan Angkatan Laut AS menggunakan gelombang sonar. Keputusan penggunaan sonar tersebut dinilai salah karena dapat merugikan ikan paus dan binatang laut lainnya.

Mahkamah Banding Federal yang bermarkas di San Fransisco itu menolak keputusan pengadilan yang sejak 2012 yang memberikan izin kepada Angkatan Laut untuk menggunakan sonar frekuensi rendah. 

Sonar yang digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan objek lain, diketahui dapat melukai ikan paus, singa laut, lumba-lumba, dan binatang laut lainnya. Sonar juga mengganggu pola makan dan perkawinan mereka.

Oleh karena itu, Angkatan Laut diminta untuk mematikan atau menunda penggunaan sonar jika mendeteksi binatang laut di dekat kapal. Penggunan sonar juga dilarang digunakan di dekat garis pantai dan perairan yang dilindungi.

“Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa Angkatan Laut telah bijaksana dalam rencana program NMFS dan membatasi dampak yang dapat merugikan mamalia laut,” menurut keputusan banding yang dilansir laman The Guardian, akhir pekan lalu.

Pada 2012, gugatan diajukan oleh kelompok pecinta lingkungan yang dipimpin oleh Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam. Pasalnya penggunaan sonar dianggap melanggar UU Perlindungan Mamalia Laut. 

Pengadilan tingkat pertama menolak gugatan dan membolehkan Angkatan Laut menggunakan sonar untuk jangka waktu 5 tahun. Sonar  digunakan dalam operasi latihan masa damai di Pasifik, Atlantik, Hindia, dan Laut Tengah.

Mahkamah Banding Federal menganggap bahwa keputusan pengadilan itu gagal dalam mematuhi standar yang ditetapkan dalam Undang-undang Perlindungan Mamalia Laut dalam program masa damai tesebut. Sehingga berdampak buruk pada kehidupan mamalia laut.

Pasalnya, sejak diberlakukan 2012, keputusan yang didukung oleh Dinas Kelautan Perikanan Nasional itu, memengaruhi sekitar 30 ikan paus dan dua lusin anjing laut setiap tahunnya. 

Dalam putusan, Mahkamah Banding Federal menyimpulkan bahwa Dinas Kelautan Perikanan Nasional tidak mempertimbangkan perlindungan yang memadai terhadap biota laut dunia. Termasuk juga peran para ahli yang mengetahui pentingnya biologis mamalia laut.

“Akibatnya, sebagian habitat dari mamalia laut di dunia menjadi tidak terlindungi,” tulis keputusan banding itu.

FELLYA HARTONO | THE GUARDIAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments