hero
Santoso. (NET)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

19 Juli 2016, 17:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

1. Santoso Gembong Teroris Paling Dicari di Indonesia

Santoso alias Abu Wardah pimpinan Mujahidin Indonesia Timur dikenal sebagai gembong teroris paling dicari di Indonesia. Saking tersohornya, dia juga masuk dalam daftar teroris global Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Untuk memburu Santoso dan kelompoknya pemerintah membentuk Satgas Tinombala dengan mengerahkan sekitar 2 ribu personel gabungan TNI dan Polri pada Januari 2016.

Senin, 18 Juli 2016 terjadi baku tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris di pegunungan Desa Tambarana, Poso. Dalam baku tembak itu, Santoso diduga tewas tertembak.

2. Santoso Bersembunyi dengan Membawa Istri dan Anaknya

Santoso alias Abu Wardah pernah memberikan fatwa agar semua pengikutnya meninggalkan keluarga untuk berjihad. Namun dalam kenyataannya Santoso mengajak istri keduanya Jamiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi yang dinikahi secara siri.

Dua pentolan kelompok Santoso lainnya yakni Basri dan Ali Komara juga menyertakan istrinya. Basri membawa istrinya Nurmi Usman alias Oma. Sedangkan Ali Kora membawa istrinya Tini Susantika alias Umi Farel.

Kehadiran tiga perempuan di kelompok Santoso itu menimbulkan pro dan kontra. Pengikut Santoso yang laki-laki merasa iri. Pergerakan kelompok ini dianggap melambat dengan kehadiran tiga perempuan serta anak-anak Santoso tersebut. Sejumlah pengikut Santoso juga harus mengawal ketiga perempuan itu.

3. Santoso Anak Seorang Transmigran Asal Magelang, Jawa Tengah

Sepak terjang Santoso gembong teroris terus diburu. Namun siapa sangka, Santoso ternyata anak dari seorang transmigran. Kedua orangnya bernama Irsan dan Rumiyah bertransmigrasi ke Palu, Sulawesi Tengah, pada 1970 silam.

Orang tua Santoso lahir di Lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Prampelan, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

Santoso pernah berkunjung ke Desa Adipuro bersama ayahnya pada tahun 1998. Saat itu, oraang tua Santoso hendak bersilaturahmi dengan keluarganya serta menjual harta warisan.

4. Santoso Pernah Menantang Densus 88

Selain memiliki dendam khusus kepada polisi, Santoso juga tak segan menantang personil Detasemen Khusus (Densus) 88. Santoso pernah mengirimkan surat tantangan pada Densus 88 yang tengah memburu dirinya pada 14 Oktober 2012.

Ia menujukkan tantangan tersebut pada aparat keamanan yang sedang berada di Tamanjeka, Poso dalam rangka mencari dua polisi yang diculik. Kelompok Santoso mengajak perang terbuka di Gunung Biru.

Aparat tidak terpancing dengan tantangan tersebut, karena mereka mendapat info bahwa Santoso telah memasang jebakan ranjau disekitar lokasi persembunyiannya.

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments