EDITOR : TITO SIANIPAR

19 Juli 2016, 02:25 WIB

INGGRIS

Awal pekan ini, Tottenham Hotspur menambah amunisi di lini depannya dengan merampungkan transfer Vincent Janssen dari AZ Alkmaar. Demi Janssen, the Lilywhites harus mengeluarkan uang hingga 22 juta Euro atau setara Rp 318 miliar. 

Jumlah yang dibayarkan Spurs itu 55 kali lipat lebih besar daripada jumlah yang harus dibayarkan AZ saat mendatangkan Janssen setahun lalu dari Almere City. Bersama klub yang bermarkas di AFAS stadion, penyerang 22 tahun tersebut langsung tampil apik di musim perdananya dengan sumbangan 27 gol.  

Jumlah gol ini menempatkannya sebagai top scorer Eredivisie di musim debutnya dan meraih Johan Cruyff trofi, sebuah penghargaan untuk pemain muda terbaik Eredivisie 2015-2016. Tidak heran banyak klub yang mencoba menggaet anak dari legenda atlet renang Belanda, Annemarie Verstappen ini.

Kedatangan Janssen ke Spurs menambah panjang daftar top scorer Eredivisie yang memilih EPL sebagai pelabuhan karir selanjutnya dalam 10 dekade terakhir. Gemerlapnya panggung sepak bola negeri ratu Elisabeth serta tingginya gaji yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri.

Satu musim sebelumnya, Memphis Depay menapakkan jejaknya ke Old Trafford bersama Manchester United usai menuai sukses di PSV Eindhoven. Di musim 2014/2015, Memphis yang berposisi asli gelandang tersebut mengkoleksi 22 gol, yang menempatkannya di urutan teratas daftar top skorer 2014-2015. 

Untuk mendatangkan Memphis, MU menggelontorkan dana hingga 34 juta Euro atau setara Rp 491 miliar. Namun tuahnya di Eredivisie belum mampu ditularkannya bersama MU di EPL dalam musim perdana. Mengenakan nomor punggung 7 yang menjadi nomor keramat United, pemain 22 tahun ini hanya melesakkan 2 gol dari 16 laga di liga. 

Catatan lebih baik dibuat oleh Wilfried Bony. Tampil sebagai top scorer Eredivisie musim 2012/2013 melalui torehan 31 golnya bersama Vitesse Arnhem, pemain asal Pantai Gading ini kemudian bergabung dengan Swansea City dengan mahar 12 juta Euro atau setara Rp 173 miliar. 

Bersama The Swans, Bony tampil impresif dengan catatan 16 gol dari 17 penampilan di musim perdananya. Selang satu musim, kecemerlangan Bony mulai menyurut saat hijrah ke Manchester City di bulan Januari. Pemain berusia 27 tahun ini kalah bersaing dengan Sergio Aguero di tim utama. Satu setengah musim berseragam The Citizen, Bony hanya mengukir 6 gol dari total 36 laga di ajang liga.

BACA JUGA:
Wow! Masuk MU, Ibrahimovic Main Film
Peringkat FIFA Indonesia Melorot
Digne Diyakini Bersinar di Barcelona
Juventus Siap Tikung Chelsea

Berbeda dengan Depay dan Bony, nama Luis Suarez menjadi top skorer Eredivisie tersukses yang hijrah ke EPL dalam 1 dekade terakhir. 35 gol yang dilesakkan Suarez bersama Ajax Amsterdam musim 2009/2010 menempatkannya sebagai top skorer Eredivisie dengan jumlah gol terbanyak selama 1 dekade ini. 

Pencapaian itu membuat Liverpool rela membayar mahar 26,5 juta Euro atau setara RP 383 miliar di bursa transfer Januari tahun 2012. Meski hanya mencatatkan 4 gol dari 13 penampilan di setengah musim perdananya, grafik gol Suarez bersama Liverpool terus meningkat di musim-musim setelahnya. 

Puncaknya di musim 2013-2014, ia sukses mencetak 31 gol dari total 33 pertandingan yang menempatkannya sebagai top skorer EPL dengan selisih 10 gol dari pesaing terdekatnya Daniel Sturridge. Tidak aneh jika pencapaian ini membuat Barcelona rela memecahkan rekor transfer klub dengan nominal 82 juta Euro untuk memboyongnya ke Camp Nou di penghujung musim.

MUHAMMAD ROHMAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments