EDITOR : DEWI RACHMAYANI

18 Juli 2016, 12:05 WIB

KOTA SEMARANG, INDONESIA

Muda, kreatif, peduli lingkungan dan jeli melihat peluang usaha. Kurang lebih, 4 hal itu dapat menggambarkan sosok 3 sahabat, Ardian Burhan, Dodik dan Vincent. Ketiganya, kuliah di 3 kampus yang berbeda di Semarang, Jawa Tengah.

Gimana nggak kreatif? Kalau barang bekas seperti ini:

Kursi bekas di Pasar Waru (NET/ Sandi Priawan)

 

Dapat mereka sulap menjadi seperti ini:

Kursi karya Burhan dkk (NET/ Sandi Priawan)

 

Kece-kece ya?!

Barang bekas mereka dapat dari Pasar Waru di kawasan Semarang Timur, Jawa Tengah. Buat mereka, pasar barang bekas adalah ladang bermain, gak ubahnya surga belanja.

Semboyan Burhan, Dodik dan Vincent, tidak ada hal yang tidak berguna di dunia ini. Benda yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, buat mereka adalah harta karun. Konsep yang mereka usung, upcycle, yaitu menaikkan derajat barang bekas menjadi lebih berguna dan bernilai tinggi.

Tiga mahasiswa pendiri Pola Upcycle (NET/ Sandi Priawan)

 

Usaha berawal dari kegelisahan Burhan, Dodik dan Vincent melihat banyaknya barang tidak terpakai, “Awalnya dari iseng mau bikin usaha. Akhirnya kita buat jalan di upcycle ini karena kita ingin lebur antara seni dan kreativitas gabung jadi satu untuk membantu mengurangi beban bumi, dengan cara ngurangi beban sampah itu sendiri,” tutur Burhan kepada NET.

Ardian Burhan (NET/ Sandi Priawan)

 

Berbagai tahap mereka lalui untuk hasilkan produk baru. Untuk kursi misalnya, mereka harus periksa baut yang kendur, poles bagian berkarat dan mengecat ulang. Untuk mempermanis kursi, warna-warni pastel dipilih untuk memberi kesan segar dan kekinian. Bagian alas dan sandaran juga diberi corak yang tidak lazim. Kursi upcycle karya mereka,dibanderol 350 ribu rupiah per unit. Dalam sebulan, omzet dari kursi sekitar 4 juta rupiah. Sedangkan dari produk lain mencapai 7 juta rupiah.

Motif kursi Pola Upcycle (NET/ Sandi Priawan)

 

Burhan dan kedua rekannya yakin produk mereka mampu bersaing. Sebagai mahasiswa, mereka juga mendorong mahasiswa lain untuk berkreasi. “Yang pertama sih harus yakin ya, terus semangat kita kan masih muda, jadi harus kreatif, harus berkobar semangat, jangan sampai ide kita hanya tertahan di flashdisk atau laptop ya, tapi kita harus keluarkan ide kita jadi sebuah produk,” tutur Burhan.

Olga Rizky (NET/ Sandi Priawan)

 

Karya Burhan dan kedua temannya diberi label Pola Upcycle. Karya yang unik dan enak dipandang ini membuat salah satu konsumen, Olga Rizky langsung jatuh hati, “Saya tertarik karena menurut saya barang bekas ini jadi lebih bermanfaat, bisa jadi lebih baik dan jadi lebih terpakai. Mungkin lebih mahal, tapi cuma kita aja yg punya karena bikinnya cuma satu. Bentuknya juga bagus banget, saya beli satu buat kamar saya.”

‘Hanya kamu yang punya,' inilah yang muncul di benak konsumen saat membeli produk Pola Upcycle. Dan ini, yang membuat konsumen berburu produk unik ini. Bagaimana dengan kamu, tertarik mengoleksi juga? Atau malah berminat terjun sebagai pengusaha kreatif seperti Burhan dan kedua temannya?

EMSHOLIHIN

 

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments