hero
Jusuf Kalla. (NET)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

18 Juli 2016, 19:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak khawatir jika ada isu spionase di balik permainan Pokemon Go yang kini sedang digemari kalangan anak muda. JK menganggap jika isu tersebut terlalu berlebihan jika dihubungkan dengan game buatan Satoshi Tajiri itu.

“Ya bagaimana kalau di seluruh dunia juga jadi tren kan? Jadi saya kira berlebihan kalau itu (spionase). Karena dengan IT semua mudahlah, tapi saya kira itu bukan menggangu negara tapi mengganggu anak muda,” kata JK saat ditemui usai  memberi kuliah umum di Kampus IPDN Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, Senin, 18 Juli 2016.

JK menambahkan jika Pokemon Go justru memberikan dampak positif bagi anak muda, karena dapat mengubah kebiasaan dalam menggunakan smartphone mereka.

“Tapi bagus juga, karena selama ini anak-anak itu sibuk (main) gadget di kamar, sekarang di alam terbuka, lebih sehat. Konsekuensinya pemerintah harus menyiapkan banyak taman,” imbuh JK.

Pokemon GO adalah sebuah permainan yang harus menangkap sebanyak mungkin monster-monster lucu di dunia maya. Pemain harus berkeliling daerah sekitarnya atau lokasi-lokasi lain untuk menemukan sosok Pokemon.

Keseruan Pokemon GO juga baru bisa dinikmati beberapa negara, antara lain Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Jepang. Sementara penggila game di Indonesia baru bisa menikmati aplikasinya dalam versi beta.

Di Jakarta, ada beberapa tempat strategis untuk berburu Pokemon, mulai dari kawasan Kota Tua, Museum Fatahillah dan Monumen Nasional atau Monas hingga Balai Kota Jakarta yang menjadi kantor Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments