EDITOR : PUTU DYAH

12 Juli 2016, 08:10 WIB

SUMATERA UTARA, INDONESIA

Danau Toba, Air Terjun Sibolangit dan Istana Maimum jadi tempat yang sering dikunjungi wisatawan saat ke Sumatera Utara. Selain tempat-tempat itu, ada atraksi atau objek wisata lain yang cuma bisa kita nikmati di kawasan ini. 

 

Sensasi Mandi dengan Air Soda

Liburan di tempat pemandian air hangat? Itu biasa. Di Tapanuli Utara, kita bisa mandi dengan air soda yang tidak lengket. Setelah mandi, badan akan terasa halus dan ringan hasil berendam dengan sensasi busa.

Pemandian air soda yang terdapat di kaki bukit Desa Parbubu, Sumatera Utara ini satu-satunya di Indonesia. Sementara lokasi lainnya di dunia, hanya terdapat di Venezuela.

Air yang ada di pemandian alami ini tidak mengandung soda sungguhan. Tapi airnya berbuih-buih seperti soda dengan rasa sedikit asin. Hati-hati kalau terkena mata ya, karena bisa membuat mata perih.

“Di sini kan enak. Airnya juga enak, kalau mandi jernih. Begitu kita masuk ke dalam air terasa dingin dan hangat jadi terasa air sodanya,” kata Azan Sinaga, salah satu pengunjung pemandian.

Pemandian air soda berjarak 10 jam dari kota Medan. Kita bisa berkunjung setiap hari tanpa dikenakan biaya. Tapi di akhir pekan, siap-siap bertemu banyak wisatawan lain ya. Kalau lapar dan haus terdapat warung milik pengelola yang menjual makanan dengan harga terjangkau.

Panen Ikan Setahun Sekali di Lubuk Larangan

Tradisi ini merupakan kearifan lokal dari masyarakat Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Lubuk Larangan termasuk dalam aliran sungai Batang Gadis. Disebut larangan karena masyarakat dilarang mengambil ikan di tempat ini sampai waktu yang ditentukan.

Kita hanya bisa menyaksikan tradisi ini saat hari raya. Biasanya seminggu setelah Idul Fitri, masyarakat desa sekitar seperti Desa Singengu, Kotanopan dan Magalombang mengambil ikan-ikan di lubuk.

Pengambilan ikan tidak berlangsung dalam satu hari. Seperti di Kotanopan yang memiliki 30 lubuk, panen dilakukan bergilir agar setiap orang bisa menikmati.

Jenis ikan yang ditemukan bisa bermacam-macam, seperti garing, cencen, gabus dan ikan merah. Kamu juga bisa ikut panen dengan membayar Rp 50 ribu. Uangnya dipakai untuk perbaikan sarana desa.

Tradisi ini bukan sekadar atraksi tapi mengandung nilai filosofis. Peserta panen hanya boleh menggunakan jala, jaring atau dengan tangan kosong sebagai bentuk pelestarian lingkungan. Putra daerah yang merantau ke kawasan lain juga mengikuti tradisi ini. Tujuannya memberi semangat mereka untuk pulang dan mengingat kampung halaman.

 

IRWANSYAH PUTRA NASUTION 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments