hero
Kantor Polsek Gambir, Jakarta Pusat, tempat AS ditahan. (NET/Yaksa)

EDITOR : TITO SIANIPAR

6 Juli 2016, 20:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Aksi kekerasan dilakukan seorang supir taksi aplikasi Uber terhadap penumpangnya. Korban ditampar, ditodong, dan diturunkan paksa dari mobil.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 5 Juli 2016 malam di sekitar Jakarta Pusat. Empat perempuan memesan Uber dari kawasan Petojo untuk tujuan Bekasi. 

Di perjalanan, si supir yang belakangan diketahui berinisial AS, mulai bertingkah tidak menyenangkan. Dimulai dari cara bertanya supir ketika hendak memulai perjalanan, hingga akhirnya supir meminta mereka turun dengan alasan jarak yang jauh.

Para penumpang tidak terima dan memprotesnya. Bukannya melunak, AS malah semakin galak. "Kami protes, dia kesal, terus dia tampar saya," kata Elsa, salah seorang penumpang, Rabu, 6 Juli 2016. 

Elsa terus memprotes perlakuan AS. Sebagai pengguna Uber, kata Elsa, baru sekali ini dia menemukan prilaku supir yang tidak baik. Reaksi supir AS malah semakin beringas. "Ini kan mobil saya. Terserah saya. Suka-suka saya. Kalian turun semua," kata AS, seperti ditirukan Elsa.

Penumpang tidak terima dan enggan menuruti apa kata AS. Belakangan AS bahkan mencabut pistol dan menodongkan ke Elsa dan teman-teman agar segera turun dari mobil Ford Everest hitam tersebut. "Kalian tidak tahu, saya anggota!" teriak AS.

Mobil pelaku penodongan. (NET/Yaksa)

Elsa yang tidak terima, sempat menepis tangan AS yang memegang pistol itu. "Kami tetap protes dan dia kesal lalu saya ditampar," kata Elsa.

Semakin kalap, AS kemudian menodongkan senjata itu secara bergantian ke kepala Elsa dan temanya. "Saya ledakin kepala kalian. Saya tembak kepala kamu," hardik AS.

Mendapati gelagat supir yang sudah melewati batas, Elsa dan teman-teman kemudian memutuskan turun. Salah satu temannya berlari dan melaporkannya ke pos polisi yang ada di dekat Jalan Juanda, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, pelaku AS digiring ke pos polisi. Dari situ kasusnya kemudian dilimpahkan ke Polsek Gambir, Jakarta Pusat. Beberapa barang bukti yang disita dari pelaku antara lain pistol, kartu identitas KBRI Malaysia, lencana  penyidik polisi, dan identitas lainnya.

CHELZEA VERHOEVEN

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments