Wish Come True

EDITOR : DEWI RACHMAYANI

5 Juli 2016, 16:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pratiwi sudah 8 tahun tak bertemu keluarga, termasuk ayah dan ibu. Keluarga Tiwi berada di Sambas, Kalimantan Barat. Sementara wanita 21 tahun ini, merantau ke Jakarta selama 8 tahun terakhir. Di ibu kota, Tiwi mencari nafkah dengan mengabdikan diri sebagai perawat warga lanjut usia. Selama di Jakarta, Hari Raya Idul Fitri selalu ia lewatkan tanpa keluarga.

Di Panti Sosial Tresna Wreda Budi Mulia 3, Jakarta Selatan, Tiwi mengabdikan hidupnya. Ikhlas, ia rawat opa dan oma di sini. “Rawatlah lansia kamu di sana, kata mama saya, rawatlah kakek nenek kamu di sana seikhlas mungkin. Maka apa yang kamu rawat, apa yang kamu berikan kebaikan di sana, maka aku akan dapat kebaikan di sini. Aku Insya Allah sehat dan bantuan akan banyak ke aku,” Tiwi mengenang ucapan sang Ibu.

Tiwi merawat lansia, Juni 2016 (NET/ Aji Dwi Pramono)

 

Merawat lansia bukan perkara mudah. Butuh tenaga, kesabaran dan keuletan ekstra. Namun bersama mereka, Pratiwi menemukan kebahagiaan. "Ada yang paling bikin saya terharu ketika ada salah satu yang sakit, kita bawa ke rumah sakit dengan kondisi parah. Terus dia bilang ‘Terima kasih, kamu anakku satu-satunya di sini’. Buat saya mereka semua sudah seperti orang tua saya sendiri,” tutur Tiwi kepada reporter NET Lucy Oloan.

Tiwi merawat lansia, Juni 2016 (NET/ Aji Dwi Pramono)

 

Berlebaran bersama keluarga di tanah kelahiran, sudah lama menjadi mimpi Tiwi. Namun keinginan itu harus ia pendam. Kondisi keuangan dan dedikasi terhadap pekerjaan, menahannya tetap berada di Jakarta, “Sedih banget, apalagi kalo pertama-tama liat iklan gitu bersalam-salaman ada lagu lebaran. Saya teringat waktu kecil suka kumpul . Ya ampun ternyata sudah dewasa itu nyari duit nggak mudah. Mau banget pulang, tapi masih banyak yang memerlukan kami di sini.”

Tahun ini, kejutan menghampiri Tiwi. Tim NET Mudik, memberangkatkannya ke kampung halaman, untuk berlebaran bersama keluarga.

Tiwi tiba di kampung halaman, Juni 2016 (NET/ Aji Dwi Pramono)

 

Akhir Juni 2016, setelah 8 tahun akhirnya Tiwi kembali menjejakkan kaki di Pulau Kalimantan. Dari Pontianak, ia tempuh 7 jam perjalanan darat menuju Sambas, tempat di mana orang-orang yang dikasihinya berada.

Mimpi Tiwi pun tunai sudah. Di Ramadan ini, setelah 8 tahun, ia kembali memiliki kesempatan bertemu ibu dan ayahnya yang mulai menua.

Tiwi kembali bertemu orang tua, Juni 2016 (NET/ Aji DwiPramono)

 

Di 2016, Ramadan dan Idul Fitri yang suci kembali Tiwi jalani bersama keluarga. Kini Tiwi menyimpan harap, saat kelak sudah berhasil meraih asa di ibu kota, ia akan kembali untuk membahagiakan orang tua dan berkontribusi untuk kampung tercinta.

LUCY OLOAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments