hero
Antrian kendaraan di gerbang tol saat mudik - NET

EDITOR : PUTU DYAH

4 Juli 2016, 11:15 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Mudik, satu kegiatan yang nggak terlepas dari momen Lebaran. Menjelang hari raya, orang-orang sibuk menyiapkan diri untuk mengikuti migrasi sementara ini. Kota besar seperti Jakarta, yang jadi tempat perantauan masyarakat dari berbagai daerah juga terpengaruh kebiasaan mudik ini.

Kota metropolitan yang selalu ramai bisa mendadak lengang dari kendaraan. Sampai para perantau kembali lagi ke ibu kota setelah Idul Fitri nanti. Nah, berikut ini 5 fakta tentang kebiasaan mudik, termasuk yang berpengaruh sama kehidupan di ibu kota:

Jumlah Pemudik Terus Meningkat

Data Pemudik dari 2012-2016

Mudik identik dengan macet. Berbagai kendaraan, baik pribadi maupun kendaran umum tumpah ruah di jalan raya. Tapi ternyata hal ini nggak berpengaruh buat orang-orang yang rindu kampung halaman. Buktinya jumlah pemudik terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Menurut data Kementerian Perhubungan Indonesia, peningkatan signifikan terjadi mulai tahun 2012-2015. Ada penambahan jumlah pemudik sekitar 3 juta orang di antara tahun tersebut. Well, hal ini bisa jadi karena setiap tahun ada saja warga dari daerah lain yang mengadu nasib di kota-kota besar. Untuk tahun 2016, diperkirakan jumlah pemudik mencapai 25 juta orang, 13 juta di antaranya adalah warga Jabodetabek..

3 dari 4 orang Jakarta Mudik

Arus mudik di jalan tol. (NET)

Untuk kamu yang nggak punya kampung halaman dan tetap stay  di Jakarta saat hari raya, pasti merasakan sepinya ibu kota di saat Lebaran. Kenapa? Karena 3 dari 4 penduduk Jakarta pulang ke daerahnya masing-masing untuk bersilatuhrami dengan keluarganya. 

Saat ini, Jakarta yang dijuluki “The Big Durian”  memiliki 12,7 juta warga. Waktu mudik lebaran, jumlah ini akan berkurang karena ada 9 juta jiwa yang mudik. Jadi nggak heran kan kalau kota ini mendadak lengang.

Sampah Jakarta Turun 50%

Sampah di Bantar Gebang -NET

Setiap hari produksi sampah di Jakarta mencapai 6.700 ton pada saat kondisi normal. Namun sampah sebanyak itu tidak masuk ke tempat pembuangan akhir Bantar Gebang semua. Hanya 5.400-5.600 ton/hari saja sampah yang masuk ke Bantar Gebang.

Pada hari pertama Lebaran sampah dijakarta hanya mencapai 2.098 ton. Kemudian pada hari ke dua, volume sampah di Jakarta berada pada titik terendah, yaitu sebanyak 1.663 ton.

Jutaan Kendaraan Pribadi Dipakai Mudik

Pemudik dengan kendaraan pribadi - NET

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, di tahun 2015 ada 6 juta kendaraan pribadi yang dipakai mudik. Jumlah ini terdiri dari 3,7 juta sepeda motor dan 2,3 juta mobil. 

Sementara di tahun 2016 ini, diprediksi jumlah kendaraan pemudik mencapai 8 juta unit. Pemudik sepeda motor bertambah 50% menjadi 5,6 juta dan mobil naik 4,5% yakni 2,3 juta unit. 

Transaksi Uang Mencapai Rp 160 Triliun

Penukaran uang menjelang lebaran - NET

Bulan puasa dan hari raya Lebaran biasanya disambut semarak. Pengeluaran pun bertambah karena dipakai untuk belanja makanan dan baju baru untuk hari raya nantI. Belum lagi kebiasaan memberikan amplop saat hari raya, membuat kita harus menyiapkan anggaran lebih.

Hal ini terbukti lewat data dari Bank Indonesia yang memproyeksikan kebutuhan uang periode Ramadan dan Idul Fitri 2016 sebesar Rp 160,4 triliun. Jumlah ini meningkat 20 Triliun dari tahun sebelumnya. Kebutuhan uang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 bagi PNS/TNI/Polri.

Di tahun ini jumlah hari libur juga lebih banyak dari tahun lalu karena libur sekolah dan Lebaran terjadi bersamaan. Hasilnya kebutuhan uang pun bertambah. 

 

DIYAS PRADANA | BERBAGAI SUMBER

Read More in This Story

DI BALIK CERITA MUDIK TAHUN INI

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments