hero
Masyarakat memilih baju diskon di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta

EDITOR : DEWI LAILA

4 Juli 2016, 16:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Menjelang hari Lebaran, spanduk sale atau diskon bertebaran di berbagai pusat perbelanjaan. Saat browsing di internet juga nggak sedikit iklan-iklan online shop yang muncul dengan foto produk menarik. Momen ini otomatis mendorong kita untuk belanja pakaian, makanan dan keperluan lainnya. Apalagi untuk para pekerja, ada pemasukan tambahan dari Tunjangan Hari Raya (THR). Nah, jadi bisa beli ini itu deh, bahkan nggak sedikit yang sampai kalap. 

Seperti Crissie Nasrina Sabatina yang mengaku terpengaruh label diskon. Ia banyak memanfaatkan online shop dibandingkan membeli langsung di department store. "Kalau pas Lebaran ada kenaikan belanja. Soalnya kan dimana-mana sale. Kalau lihat itu jadi kalap, yang tadinya mau stop, jadi nggak berhenti-henti," kata Crissie dalam wawancara bersama NET Z. 

Crissie bersamaanaknya sedang memilih pakaian. (NET/ Diyas Pradana)

Ibu dua anak ini sering berbelanja terutama untuk kebutuhan pakaian anaknya. "Kadang beli karena butuh, kadang karena suka. Tapi biasanya karena suka sih," ujar Crissie. 

Hal serupa juga dilakukan Kartika Sari Dewi. "Kalau Lebaran begini paling kebutuhan rumah yang naik belanjanya. Kalau belanja baju, sepatu sih karena diskon ya otomatis naik juga (tingkat belanjanya)," cerita Kartika. Wanita 27 tahun ini mengaku sering berbelanja karena keinginan, padahal barang yang ia beli sudah ada di rumah.

"Kadang sudah di rumah tiba-tiba nggak sreg atau kadang beli barang yang sama, padahal sudah punya. Intinya kalau lihat barang lucu suka beli aja," tambah Kartika yang sering membeli di toko online.

Menurut pengamat sosial Devi Sasra, tren sosial ini kerap terjadi di masyarakat. Saat ada potongan harga di tempat belanja, seseorang sering membeli barang tanpa pikir panjang. "Kata sale membuat orang merasa kalau tidak membeli produk tersebut, maka belum tentu di masa datang dia bisa dapat kesempatan yang sama. Akhirnya tanpa pikir panjang akan membeli, walaupun tidak dibutuhkan," jelas Devi. 

Sosiolog Devi Sasra. (NET)

Saat Lebaran biasanya produk-produk pakaian juga mengusung tren tertentu. Devi berpendapat, hal ini semakin mendorong seseorang untuk berbelanja demi eksis di tengah pergaulannya. "Apa yang dimiliki harus sesuatu yang paling tren, cutting edge dari sebuah produk atau jasa. Maka atribut sosial sebagai orang paling berpengaruh atau hebat akan melekat ke dia."

Suasana di salah satu pusat perbelanjaan. (NET/ Diyas Pradana)

Nah, itu tadi dari segi sosial. Dari sisi ekonomi, orang-orang seperti Chrissie dan Kartika termasuk penyumbang tingginya angka transaksi retail. Chrissie bisa berbelanja tiga kali seminggu dengan jumlah pengeluaran Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu sekali belanja. Sementara Kartika dalam sebulan bisa tiga sampai empat kali belanja pakaian dengan total pengeluaran hampir Rp 10 juta. 

Hal ini sesuai dengan pernyataan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), bahwa bulan Ramadan dan Lebaran memang jadi momen belanja terbesar. Dari target retail Rp 200 triliun di tahun 2016, sebanyak 45% atau Rp 90 triliun berasal dari penjualan produk selama bulan puasa dan untuk merayakan Idul Fitri.  

"Tahun 2015 angkanya Rp 176 triliun, tahun ini kami optimis transaksi naik. Apalagi animo belanja masyarakat lebih baik," kata Tutum Rahanta, Wakil Ketua Umum Aprindo. 

Gejala 'gila belanja' bukan cuma terjadi di Indonesia. Menurut data Nielsen tahun 2014, keputusan belanja yang emosional atau impulsif juga terjadi pada 75% masyarakat Amerika. Sementara di kawasan Asia, hal ini terjadi pada 52% masyarakat Thailand, 48% di India dan 44% di Cina. 

Bagi sebagian masyarakat, momen hari raya menjadi selebrasi yang harus ditandai dengan berbagai barang baru. Tapi ada juga yang memilih untuk merayakan dengan cara lain dan menahan hasrat belanjanya. Kamu termasuk yang mana nih?

 

DIYAS PRADANA 

Read More in This Story

TIAP LEBARAN KEJADIAN INI MUNCUL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments