hero
Carlos Barria/Reuters

EDITOR : AULIA RAHMAT

2 Juli 2016, 17:10 WIB

CINA

Perkembangan infrastruktur di Cina sangat mengagumkan, mulai dari teleskop selebar 500 meter hingga jembatan sepanjang 40 ribu meter. Semua tersaji di negeri tirai bambu.

Pembangunan Infrastruktur-infrastruktur ini membutuhkan tanah kosong. Terkadang, relokasi permukiman penduduk dilakukan untuk menciptakan lahan baru. Beberapa orang menolak digusur karena kompensasi uang yang diberikan dinilai terlalu kecil.

Bangunan-bangunan dibiarkan berdiri ditengah masifnya pembangunan. Dari kejauhan bangunan ini menonjol kecil, seperti paku yang tidak tuntas dipalu turun. Pengembang menyebutnya "nail house" atau "rumah kuku".

Berikut beberapa rumah kuku yang sempat diabadikan dalam kurun 10 tahun terakhir:

 

Pemilik vila enam lantai menolak kompensasi yang diberikan oleh pengembang. Rencananya tempat ini akan dijadikan pusat keuangan di salah satu provinsi di Cina.

 

Paul Yeung/Reuters

 

Sebuah perumahan tua dikelilingi oleh jembatan menyerupai cincin di Guangzhou, Cina.

China Stringer Network/Reuters

 

Salah satu "rumah kuku" yang bertahan di tengah pembangunan jalan di Kawasan Otonomi Guangxi Zhuang.

China Stringer Network/Reuters

 

Sepasang kakek-nenek menolak rumahnya dibongkar, bangunan ini dibiarkan berdiri ditengah aspal yang membelah desa mereka di Provinsi Zhejiang.

China Daily Information Corp/Reuters

 

Sambil memohon kompensasi lebih, sang pemilik merelakan sebagian bangunannya dibongkar.

Jianan Yu/Reuters

 

Menurut media lokal, keluarga pemilik bangunan belum sepakat dengan kompensasi yang diberikan pemerintah. Sehingga, mereka enggan menandatangani perjanjian untuk pindah dari kawasan ini.

China Stringer Network/Reuters

 

Rumah terakhir yang masih berdiri di depan pusat perbelanjaan terbesar di Provinsi Hunan, Cina Tengah.

Stringer Shanghai/Reuters

 

Pemilik rumah telah mengajukan gugatan hukum melawan pengembang, namun ia kalah dan merelakan bangunan dihancurkan untuk dibangun apartemen.

Joe Tan/Reuters

 

Ketika foto ini diambil, Zheng Meiju, si pemilik rumah telah 6 bulan menempati bangunan tanpa listrik dan air.

China Stringer Network/Reuters

 

Spanduk ini berbunyi  “pemerintah hukum pengembang yang membongkar rumah kami! kembalikan rumah kami!”

Jianan Yu/Reuters

 

"Rumah kuku" dikelilingi oleh parit di lokasi pembangunan perumahan di Provinsi Hubei, Cina.

Stringer China/Reuters

Seorang wanita berjalan melewati "rumah kuku" di pinggiran kota Nanjing. Lahan ini akan digunakan untuk proyek lahan basah.

Sean Yong/Reuters

 

Di Kota Chongqing, sebuah rumah bertahan ditengah lahan kosong yang akan dibangun sebagai komplek apartemen.

China Daily Information Corp/Reuters

 

Pemilik rumah, Zhao Xing, 58 tahun sedang mengumpulkan air di sela-sela rumahnya yang telah dibongkar sebagian. Pemerintah telah memutus aliran listrik dan air menuju bangunan.

Stringer Shanghai/Reuters

 

Rumah ini masih bertahan dibawah gundukan setinggi 30 meter. Pengembang telah menggali tanah disekitar bangunan untuk didirikan bangunan baru.

China Stringer Network/Reuters

 

Rumah tiga lantai berbendera Cina ini masih bertahan di tengah jalan yang sedang dibangun di Provinsi Henan.

China Stringer Network/Reuters

TECH INSIDER

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments