EDITOR : PUTU DYAH

1 Juli 2016, 03:30 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Belasan kuda berjalan santai di kompleks berkuda dengan nuansa pedesaan yang sejuk. Tidak jauh dari situ, ada juga arena memanah dengan papan sasarannya. Inilah tempat dimana kita bisa olahraga, bersantai sekaligus menjalankan ibadah sunah. Namanya Daarus Sunnah.

Penggagasnya, K.H.Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym, sengaja memilih latihan berkuda dan memanah untuk menghidupkan kembali olahraga sunah ini. Seperti ajaran Nabi Muhammad dalam HR Shahih Bukhari-Muslim, ”Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.”

 

Mashaallah pemimpin yg semangat mengamalkan sunnah #dsequestrian #equestrian #archery #horsebackarchery

Foto kiriman DS Equestrian (@ds_equestrian) pada

 

“Di Darus Sunnah, peserta latihan atau santri tidak ditekankan untuk jago berkuda atau jago memanah. Tapi mereka ditekankan untuk apa sih yang didapat. Perubahan karakter apa yang didapat dari pengalaman olahraga sunah berkuda dan memanah ini,” jelas Ganjar Sukmana, salah satu pelatih berkuda.

Sebelum memulai kegiatan, peserta berkumpul untuk mendengar penjelasan tentang manfaat olahraga sunah. Setelah itu kita bisa berkenalan dengan kuda yang akan menjadi tunggangan kita. Proses ini penting sebagai bentuk adaptasi.

Kegiatan berkuda di Daarus Sunnah. (NET/ Alma S.)

Kuda dikenal sebagai hewan yang setia dan memiliki pengaruh pada jiwa pemiliknya. Latihan berkuda juga bisa melatih kepemimpinan karena kita harus mengendalikan kekuatan hewan ini.

Setelah berkeliling, lanjut ke olahraga selanjutnya yaitu memanah. Latihan dilakukan dengan memakai busur standar bow dan stabiliziser untuk menyeimbangkan busur dari getaran yang muncul saat menembak. Memanah dipercaya bisa melatih ketepatan (feeling) dan kekuatan tangan. Selain itu juga membentuk karakter sabar dan konsisten.

Olahraga memanah yang diikuti para santri. (NET/ Alma S.)

Sarana olahraga ini berlokasi di Jalan Cigugur Girang no.33, Geger Kalong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Letaknya masih satu kawasan dengan Pesantren Daarut Tauhid. Siapa saja, baik para santri atau warga, bisa menikmati fasilitas ini.

Latihan bisa dilakukan secara reguler atau hanya sesekali. Mereka yang sudah merasakan manfaat berkuda dan memanah biasanya nggak cukup hanya sekali ke tempat ini. “Hikmahnya saya bisa fokus belajar dan menahan emosional juga,” kata Hendy Ramdan Winata yang sudah dua bulan berlatih.

Bagi pengunjung lain kegiatan ini justru menjadi terapi. Seperti dialami Ratna Indriani yang sudah berlatih selama empat bulan. “Selama ini saya penakut. Setelah di atas kuda, saya secara natural bisa lebih mengenali dan mengendalikan rasa takut itu,” ujar Ratna.

Alternatif tempat wisata ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00- 17.00 WIB. Khusus di bulan Ramadan, kegiatan dimulai setelah salat Ashar. Untuk berkuda dan memanah, biayanya Rp 125 ribu. Sementara kalau hanya ingin mencoba satu sesi berkuda Rp 75 ribu dan memanah Rp 80 ribu. Biaya ini termasuk perlengkapan yang kita pakai, seperti helm dan sepatu boots untuk berkuda.

Pengunjung sebaiknya melakukan reservasi terlebih dulu agar tidak mengantre. Walau bernuansa islami, pengunjung non muslim juga bisa berolahraga sambil berwisata di Daarus Sunnah.

 

APRISTIKA FAUZIA

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments