hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

1 Juli 2016, 15:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Jelang dilantik menjadi Kapolri, Komjen Tito Karnavian menyoroti berbagai perilaku anggota polisi yang dianggap tidak baik. Mulai dari yang enggan melaporkan laporan harta kekayaan sebagai pejabat negara, terlibat gurita bisnis hingga kehidupan mewah. Pernyataan Tito itu disampaikan usai mengikuti upacara HUT Bhayangkara ke-70 di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Juli 2016.

"Salah satu adalah masalah LHKPN, masalah bisnis misalnya, kemudian pembelian barang mewah. Untuk menekan budaya hedonis, konsumtif di lingkungan Polri ini harus paralel dengan perbaikan kesejahteraan. Nah, ini memerlukan bantuan eksternal" kata Tito.

Untuk itu, Tito akan fokus mewujudkan revolusi budaya di tubuh institusi Kepolisian RI tersebut. Namun, Tito meyakini jika revolusi tersebut tidak akan berhasil tanpa mendapat dukungan dari semua pihak.

"Memang ada dua kemungkinan revolusi kultural yang dilakukan polisi. Pertama adalah masalah budaya korupsi dan yang kedua adalah perilaku yang humanis. Nah, kedua itu yg harus kita kembangkan di polisi,” tambah Tito.

Komjen Tito sendiri telah menjalani serangkaian uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test sebagai calon tunggal Kapolri. Komisi III yang membidangi masalah hukum dan keamanan juga telah menyetujui pencalonan Tito. Kini, Komjen Tito tinggal menunggu waktu untuk dilantik menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun. 

OCTA BARRY

BACA JUGA:

Siapa Calon Pendamping Tito? Ini Jawaban JK
Tito Utamakan Reformasi Internal Polri
Calon Kapolri yang Malas Pakai Tas Sekolah

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments