hero
Konferensi pers KPK terkait penangkapan I Putu Sudiartana. (NET/Wili)

EDITOR : TITO SIANIPAR

30 Juni 2016, 01:30 WIB

INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan I Putu Sudiartana anggota Komisi III DPR RI sebagai tersangka. Putu ditangkap karena menerima suap.

“Kronologis kejadian OTT diduga dilakukan oleh seorang anggota DPR RI. Ini berhubungan dengan adanya rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam keterangan pers di gedung komisi anti rasuah, Rabu, 29 Juni 2016.

I Putu Sudiartana ditangkap di kediamannya, Komplek Perumahan DPR Ulujami, Jakarta Selatan, pada Rabu, 28 Juni 2016 sekitar pukul 21.00 WIB. KPK menyita barang bukti uang senilai US$ 40 ribu dan bukti transfer Rp 500 juta rupiah.

Uang itu diduga terkait proyek pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat senilai Rp 300 milyar yang berasal dari APBN P 2016.

Selain Putu, di hari yang sama KPK menangkap 5 orang lainnya yakni Noviyanti (sekretaris Putu), Muchlis (suami Noviyanti), Suhemi (pengusaha), Yogan Askan (pengusaha), dan Suprapto (Kepala Dinas Prasarana, Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat).

Anggota Fraksi Partai Demokrat itu bersama empat orang lain ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan Muchlis dilepaskan karena tidak terlibat langsung dalam kasus itu.

Menurut Basaria, uang yang diamankan di kediaman Putu berasal dari transfer secara bertahap oleh Yogan Askan. "Dari Rp 500 juta itu bertahap. Pertama Rp 150 juta, Rp 300 juta, dan Rp 50 juta," kata Basaria.

Dalam kasus ini, Putu, Noviyanti dan Suhemi diduga sebagai penerima suap, sementara Yogan Askan dan Suprapto sebagai pemberi suap.

WILI AZHARI

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments