hero
Jokowi dan anak-anak di Istana Bogor, 28 Juni 2016. (NET/Irvan Maulana)

EDITOR : TITO SIANIPAR

29 Juni 2016, 06:10 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo mengutuk kasus pemalsuan vaksin yang marak diberitakan belakangan ini. Jokowi menyebutnya sebagai kejahatan luar biasa.

"Misalnya anak-anak dianggap sudah divaksin polio, ternyata vaksinnya palsu, akan seperti apa anak kita nanti. Ini sangat berbahaya sekali," kata Jokowi di Istana Bogor, Selasa, 28 Juni 2016 malam.

Jokowi berjanji akan menaruh perhatian terhadap kasus ini mengingat efek yang ditimbulkannya bagi anak-anak Indonesia. "Ini merupakan kejahatan yang luar biasa," ujar Jokowi.

Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan dan Kepala Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini. "Setelah semua melaporkan, nanti saya sampaikan (lagi)," ujar Jokowi. 

Kehebohan vaksin palsu bermula dari penggerebekan pabriknya di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten pada 21 Juni 2016 lalu. Dari situ polisi mengembangkannya dan turut menangkap lainnya di Bintaro, Bekasi Timur dan Kemang, Bekasi.

Beberapa vaksin yang dipalsukan adalah campak, polio, BCG, tetanus, dan hepatitis B. Praktek pemalsuan ini diperkirakan sudah berlangsung sejak 2003. Polisi menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini.

IRVAN MAULANA

BACA JUGA:
Hati-hati, Ada Vaksin Palsu Beredar
Ini Bedanya Vaksin Asli dan Palsu
Tujuh Alasan Tidak Perlu Khawatir Vaksin Palsu
Vaksin Palsu, Salah Siapa?
Pasangan Sejoli Ini Otak di Balik Vaksin Palsu
Baru Muncul Petisi Vaksin Palsu Dibanjiri Dukungan
Empat Rumah Sakit dan Dua Apotek Jadi Pelanggan Vaksin Palsu

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments