hero
Kiper Gianluigi Buffon. (UEFA)

UEFA EURO 2016

EDITOR : TITO SIANIPAR

27 Juni 2016, 18:25 WIB

PERANCIS

Dua finalis Euro 2012 Italia dan Spanyol kembali bertemu, kali ini di perdelapan final Euro 2016, Senin, 27 Juni 2016 malam. Ini merupakan duel pertama antar dua tim kuat di fase knock out.  Pertandingan terakhir keduanya di grup masing-masing tak baik; kalah dari tim lebih lemah.

Kekalahan Spanyol kontra Kroasia bukan hanya menghentikan rekor tak terkalahkan di 15 pertandingan Euro, tapi juga jadi modal baik bagi Vicente Del Bosque memperbaiki kekurangan timnya. Dua gol Kroasia tercipta lewat skema serangan balik cepat dan melalui sisi sayap, persis seperti strategi andalan yang diterapkan pelatih Italia, Antonio Conte. 

Mendisiplinkan kedua bek sayap, terutama Juanfran yang berada di sisi kanan, jadi pekerjaan rumah Del Bosque. Pasalnya meski menguasai bola, tim Matador masih belum efektif memanfaatkan peluang. Apalagi saat berhadapan dengan pertahanan berlapis. 

Belum lagi ketergantungan pada performa gemilang Andres Iniesta sebagai pemain kreatif. Pertanyaanya, apakah Del Bosque sudah menyiapkan rencana cadangan jika Iniesta dibungkam seperti saat menghadapi Ivan Rakitic dan kawan-kawan?

“Yang paling penting adalah memiliki rencana, saya pikir itu jadi kunci bagi semua tim. Termasuk tetap menggunakan skema yang sudah kami latih, terlepas bagaimana akan melakukan dan menerapkannya di atas lapangan," ujar Vicente Del Bosque seperti dikutip dari laman UEFA.

Jika Spanyol menurunkan pemain terbaiknya di tiga laga grup, Italia punya keuntungan sudah mengistirahatkan skuat intinya. Satu-satunya yang diragukan bermain adalah Antonio Canderva karena cedera hamstring. Alessandro Florenzi kemungkinan besar akan kembali dipercaya mengisi posisi Candreva.

Trio BBC Italia, Barzagli, Bonucci dan Chiellini akan kembali mengawal lini pertahanan di depan Gianluigi Buffon. Ketangguhan tim Azzurri dalam bertahan memang tak perlu dipertanyakan, tapi ketajaman lini serang masih meragukan. "Memang organisasi pertahanan penting, tapi organisasi penyerangan tak kalah penting. Kami harus memperbaikinya,” janji Conte.

"Setiap orang membahas pertahanan kami, terkait bagaimana menakutkannya pemain-pemain Spanyol. Tapi mari buat Spanyol mengkhawatirkan apa yang akan kami lakukan," pungkas Conte.

Dalam 35 pertemuan, kedua tim sama-sama 10 kali saling mengalahkan, dan 15 laga berakhir seri. Hal ini menunjukkan seberapa ketatnya persaingan Italia dan Spanyol. Konsentrasi sepanjang laga dan mengoptimalkan peluang akan menjadi kunci siapa yang lebih unggul di Stade de France nanti.

DIKFA PURADISASTRA

Prakiraan Susunan Pemain:
Italia:  Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Florenzi, Parolo, De Rossi, Giaccherini, Darmian; Pellè, Éder.
Spanyol: De Gea; Juanfran, Piqué, Ramos, Alba; Busquets, Fàbregas; Silva, Iniesta, Nolito; Morata.

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments