EDITOR : DEWI RACHMAYANI

27 Juni 2016, 11:21 WIB

LUMAJANG, INDONESIA

Hadi Wasito sulit berbicara normal. Orang lain pun sulit memahami ucapannya. Ini, karena Hadi adalah seorang tunawicara. Sejak kecil, Hadi telah mengidap cerebral palsy, gangguan pada fungsi saraf. Puncaknya 3 tahun lalu saat ia kian sulit bergerak dan berbicara.

Namun, Hadi menolak untuk kalah dengan penyakitnya. Raganya memang sakit, tapi semangatnya jauh dari kata itu. Ilmu agama terus ia perdalam di tengah keterbatasannya. Hasilnya, pria 31 tahun ini muncul menjadi seorang penceramah! Penceramah tunawicara, itulah Hadi.

 

Hadi saat menjadi motivator, Juni 2016 (NET/ Mahfudz Sunarjie)

 

Kalimat demi kalimat yang Hadi ucapkan saat memberikan ceramah, akan dijelaskan kembali oleh seorang pendamping yang memahami ucapannya. Jalan berceramah yang tidak biasa, namun dengan tekun dijalani oleh Hadi. “Ya berdakwah itu adalah menumpas kebodohan, sebagai penggerak diri sendiri, motivasi diri. Berdakwah bukan saja lewat mimbar masjid, tapi bisa lewat tulisan, kegiatan pemuda & lainnya. Yang penting kita kenalkan Allah lewat apa yang dipahami para pemuda. Bisa lewat sebar takjil dan ngabuburit agar pemuda tidak jenuh,” papar Hadi kepada Reporter NET Mahfudz Sunarjie, Juni 2016.

Sudah 1 tahun Hadi aktif menjadi pembicara di forum pengajian di daerah asalnya, Lumajang, Jawa Timur. Di Ramadan, hampir setiap hari Hadi keluar rumah untuk berceramah dan berbagi motivasi dengan sesama. Pesan utamanya, pantang menyerah jalani kehidupan. Ia juga dorong jemaah untuk tingkatkan pengetahuan agama di bulan suci.

Semangat Hadi, memukau masyarakat. “Saya sangat terharu sekali Mas Hadi dengan keadaan seperti itu bisa memotivasi kita semua,” ujar Susiati salah satu jemaah.

Hadi menulis status di akun Facebooknya, Juni 2016 (NET/ Mahfudz Sunarjie)

 

Tak hanya lewat mimbar pengajian, Hadi juga kerap berdakwah lewat media sosial.  Akun Facebooknya rutin serukan syiar agama.

Hadi telah tentukan pilihan. Ia putuskan bahwa hidup dan masa depannya tidak terletak di penyakitnya, namun di semangatnya. Untuk belajar, juga untuk berbagi ilmu yang ia miliki.

MAHFUDZ SUNARJIE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments