hero
Gisela Pondah January. (NET/Dok. Pri.)

UEFA EURO 2016

EDITOR : TITO SIANIPAR

26 Juni 2016, 06:10 WIB

PERANCIS

Di balik penyelenggaraan even sebesar UEFA EURO 2016, ada peran orang-orang yang tak tampak di layar. Tidak hanya petugas resmi seperti pemerintah kota, polisi, maupun badan sepak bola Eropa UEFA, tapi ada tangan-tangan lain.

Mereka adalah relawan atau volunteer. Mereka merupakan tangan-tangan tak terlihat yang membantu lancarnya pelaksanaan Euro 2016. Dari data resmi Euro, terdapat lebih dari 6.300 relawan yang terlibat. Mereka berasal dari berbagai negara.

Dan ternyata Indonesia adalah salah satunya. Sosok yang menjadi wakil Indonesia itu adalah Gisela Pondah January. Dara 24 tahun itu menjadi relawan yang bertugas di kota Lyon, Perancis.

Untuk menjadi relawan, Gisela harus melalui seleksi. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswi Universitas Blaise Pascal, Clermont Ferrand, ia berhasil terpilih menyisihkan ribuan pelamar lain, dan kemudian terlibat dalam penyelenggaraan Euro.

"Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali," kata Gisela dalam wawancara khusus dengan NET.Z.  "Lagipula saya juga memang suka sepak bola," tambah dia. 

Berikut ini petikan wawancara Gisela dengan NET.Z.

Boleh perkenalkan diri kamu? Jadi relawan di bagian apa?
Hi nama aku Gisela Pondah January, usia 24 tahun. Aku relawan di Euro 2016 bagian Media Operations, karena aku menguasai 4 bahasa; Indonesia, Inggris, Perancis dan Mandarin. He-he-he...

Apa alasan utama kamu ikut jadi bagian EURO 2016 ini?
Karena aku sudah suka bola sejak tahun 2002, sewaktu World Cup 2002 di Korea dan Jepang. Terus karena gue sekolah di Perancis,  jadi gue berusaha buat bisa jadi bagian di even ini. Kesempatan kayak gini ngga datang dua kali. Aku sendiri suka banget bola sejak umur 10 tahun.

Di mana kamu bertugas?
Aku jadi relawan di Lyon karena memang yang paling dekat sama kota di mana aku tinggal sekarang, Clermont Ferrand. Juga karena aku lebih kenal orang-orang yang tinggal di Lyon, jadi aku bisa nebeng tinggal. He-he-he...

Sudah berapa lama tinggal di Perancis?
Aku sudah 3,5 tahun di sini. Aku kuliah S-1 di Universitas Blaise Pascal, Clermont Ferrand, jurusan Langues Étrangères Appliquées Anglais-Chinois. Sekarang aku di tahun terakhir.

Kamu satu-satunya orang Indonesia jadi relawan di Euro 2016?
Kayaknya sih satu-satunya. Karena aku ngga ketemu relawan lain dari Indonesia.

Ada kesulitan bekerja dengan orang berbeda negara dan budaya?
Pertama-tamanya sih susah banget karena belum lancar bahasanya. Setelah lancar bahasa Perancis, kurang lebih 6 bulan lalu, aku baru bisa kerja di berbagai bidang. Kuncinya sih bahasa. Karena sangat penting untuk bergaul dengan orang asli di sini. Kitanya juga harus make a first move kayak kenalan, dan juga beradaptasi dengan budaya mereka. Jangan malah kita ngumpul terus sama orang-orang Indonesia saja. Karena sayang, kita susah-susah ke sini buat belajar dan keluar biaya besar, malah kita ngga bisa ngomong.

Beberapa insiden kerusuhan dan kekerasan mewarnai Euro 2016. Bagaimana kamu melihatnya?
Gue sangat menyayangkan itu terjadi. Harusnya sebagai suporter mereka bertindak lebih bijaksana seperti suporter Irlandia. Mereka berperilaku dengan baik. Bahkan mereka membantu memungut sampah botol plastik yang telah mereka gunakan.

Ada kendala karena kamu seorang perempuan? Apalagi banyak hooligans...
Banyak sih yang nyepelein pengetahuan soal bola gara-gara aku perempuan. Tapi kalau aku tanya tentang sepak bola ke mereka, kadang-kadang gue yang lebih tahu daripada mereka. He-he-he... Jadi gue cuekin saja dan melanjutkan aktivitas yang gue suka ini. Kalau soal hooligans itu, karena mereka mabuk saja dan ngga bisa ngontrol emosinya. Jadi gue kalo nonton di stadion, gue langsung cepat-cepat pulang biar ngga kena.

Siapa tim yang kamu dukung di Euro 2016?
Aku suka Die Mannschaft, tim Panzer Jerman, dari tahun 2002. Waktu itu mereka lawan Arab Saudi menang 8-0 dan Miroslav Klose cetak hattrick. I love him. Mulai saat itu aku terus bela Jerman. 

Apa alasan lain kamu mendukung Jerman?
Mereka itu tim yang solid. Walaupun mereka ngga punya pemain bintang kayak Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, mereka bisa jadi juara di World Cup 2014 karena kerja sama tim yang kuat.

Bisa ceritakan seperti apa aktivitas kamu sehari-hari?
Yang gue kerjakan sekarang ya belajar, main dan jalan-jalan sama teman-teman. Dan gue juga kerja sedikit-sedikit buat tabungan. Soalnya tahun depan gue mau ke Shanghai, Cina buat student exchange. Soalnya gue udah ngga dibayarin sama orang tua, jadi harus bisa biayain diri sendiri.

TS | GIA PIJAR PERDANA

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments