EDITOR : PUTU DYAH

24 Juni 2016, 20:15 WIB

CIREBON, INDONESIA

A,I,U,E dan O bersantai di dudukan bayi yang disusun berjajar. Sementara ibunya dan tiga pengasuh setia menemani sambil sesekali mengajak bayi-bayi ini bercanda.  

A,I,U,E dan O adalah nama awal yang diberikan pasangan suami istri asal Cirebon, Habibi Ahmad Akbar dan Lely Solihati, pada kelima anak kembarnya. Inisial dengan huruf vokal jadi alternatif untuk mereka yang sempat kesulitan mencari nama.

“Waktu mereka lahir masih tujuh bulan dan kita belum dapat nama sama sekali. Ada saran teman biar dikasih nama sementara A-I-U-E-O. Terus barulah kita cari A itu siapa (nama panjangnya) dan seterusnya,” cerita Lely, ibu dari bayi-bayi ini.

Saat ini A,I,U, E dan O masing-masing sudah memiliki nama lengkap. Yaitu Abib Muhammad Akbar, Izzul Syaefudin Al Akbar, Uqkail Fathul Akbar, Ezra Khayru Akbar dan Oxy Abitya Akbar.

Suasana di rumah keluarga Lely dan Habibi yang meriah dengan lima bayi. (NET/ Pradesta Bagus)

Selain nama, urusan membedakan wajah juga menjadi pekerjaan rumah bagi pasangan ini. Setelah lahir kelimanya masih terlihat serupa. Lely dan Habibi baru bisa menghapal setiap anak lelakinya saat mereka keluar dari rumah sakit dua bulan kemudian. Anak-anak ini dibedakan dengan gelang kaki yang berlainan warna. Di bagian atas tempat tidur mereka juga dipasang papan nama agar setiap bayi beristirahat di tempatnya masing-masing. 

Sekarang di bulan puasa ada lagi keseruan yang dihadapi orangtua muda ini dalam menemani ke-enam anaknya. Ya, enam. Sebelum kelahiran si kembar, Lely dan Habibi dikaruniai seorang anak perempuan yang sekarang berusia 2 tahun.

“Kadang gantian mengurusnya. Apalagi kalau pas lagi buka puasa, tiga-tiganya nangis. Belum lagi kakaknya harus dilayani. Masalah kedua soal pengeluaran untuk lima bayi ini nggak sedikit,” kata Habibi.

Hadirnya kebahagian lewat buah hati juga menuntut kerja keras orangtuanya. Habibi dan Lely mengaku harus ‘kejar setoran’ untuk membeli keperluan seperti susu dan pampers anak-anaknya. Walaupun Lely menerapkan pola pemberian ASI, ia tetap menambah asupan susu formula. Untuk memberi perhatian sama pada anak-anaknya Lely bergantian menjaga dengan suami. Mereka juga dibantu oleh orangtua dan tiga pengasuh.

Kelima anak kembar ini lahir 10 Januari 2016 melalui operasi sesar. Mereka terlahir prematur dengan berat rata-rata satu kilogram. Sekarang di usianya yang menginjak bulan ke-lima, mereka tumbuh sehat dengan bobot tubuh di atas lima kilogram. 

Bayi kembar lima buah hati Lely dan Habibi terbentuk secara alami tanpa inseminasi atau rekayasa kedokteran. Sebelumnya di keluarga mereka juga tidak ada riwayat kembar. Saat ditanya NET, apa ingin menambah anak lagi? Lely menjawab,"Sudah cukup, punya anak banyak seperti ini sudah jadi karunia."

 

PRADESTA BAGUS

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments