EDITOR : DEWI RACHMAYANI

20 Juni 2016, 19:20 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Ingin baju muslim yang glamor untuk dikenakan saat kamu datang ke acara pernikahan? Banyaak…tinggal pilih desainer mana yang kamu suka.

Tampil mewah dalam balutan busana muslim (NET)

 

Ingin baju muslim yang manis dan feminin untuk buka puasa bareng teman-teman kampus di weekend nanti? Berderet pilihannya.

Feminin dan Praktis (INSTAGRAM/ Novitackartika)

 

Atau ingin baju muslim yang kasual untuk dipakai ke supermarket atau ke toko buku? Gak kalah banyak modelnya!

Busana Muslim Kasual (INSTAGRAM/ Novitackartika)

 

Membeli baju muslim sekarang ini memang amat mudah. Tersedia di pasar tradisional hingga butik papan atas. Untuk yang malas ke luar rumah, tinggal klik, pesan lewat online. Masyarakat Indonesia amat dimanja dengan beragamnya pilihan dan mudahnya pembelian, baik itu untuk busana muslim karya desainer dalam negeri atau luar negeri.

Ini tidak mengherankan, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memang pasar besar bagi busana muslim. Nah, melihat peluang ini, desainer Indonesia pun menolak sekadar menjadi konsumen. Mereka turut berinovasi ciptakan tren busana muslim yang terus berputar setiap tahun.

Tidak sekadar mencipta, bahkan 3 desainer busana muslim, April lalu mendirikan Islamic Fashion Institute, sekolah mode Islam pertama di Indonesia. Tiga desainer itu adalah Irna Mutiara, Nuniek Mawardi dan Deden Siswanto. Mereka ingin menyebarkan keahlian mendesain busana muslim kepada masyarakat luas.

Aktivitas Siswa di Islamic Fashion Institute, 13 Juni 2016 (NET/ Ardiansyah)

 

Walau baru beroperasi 2 bulan, ternyata sekolah fashion muslim pertama di Indonesia ini mendapat tanggapan yang cukup bagus. Siswa yang mendaftar, kebanyakan anak muda. Cita-cita mereka tinggi, mereka ingin karya mereka kelak menjadi patokan bagi tren busana muslim dunia. "Aku punya usaha di bidang fashion. Aku punya butik di Buah Batu, namanya Girly. Aku emang sengaja untuk cari karakter aku, desain-desain aku kayak gimana. Aku ingin kembangkan desain aku nggak cuma di Bandung aja," tutur Anggi Anggriani, salah satu siswi.

Setiap kelas membantu peserta mendalami karakter masing-masing. Peserta diarahkan untuk menciptakan busana yang memiliki ciri pribadi tiap siswa.

Untuk mendukung peningkatan kemampuan peserta, sekolah membuat kurikulum yang terintegrasi. "Kami ajarkan SOP-nya langkah-langkah yang diambil oleh seorang desainer. Bagaimana memulai, menciptakan sebuah desain dari inspirasinya kemudian temanya seperti apa, sampai membuat produk sebagai contoh. Sebelumnya buat sketsa pengembangan dan sebagainya. Pengembangan sketsa, bener-bener diterapkan di sini,” papar Nunie Mawardi, desainer Islamic Fashion Institute.

Siswa Belajar Mendesain Busana, 13 Juni 2016 (NET/ Ardiansyah)

 

Tak ingin hanya terpaku pada aspek bisnis, sekolah juga mengajarkan aspek kaidah hijab dan penerapannya. Ini yang membedakan dengan sekolah fashion lain. “Jadi sebenarnya yang namanya busana muslim itu sudah ada aturannya, kaidah-kaidahnya. Jadi di IFI ini dipelajari, agar tidak keluar dari jalur itu, jelas kita berdasar pada Alquran dan hadis. Ada juga kan memang motif-motif yang tidak dibolehkan pada busana muslim. Atau gunakan bahan-bahan yang merusak badan, itu kita pelajari,” tutur Irna Mutiara desainer Islamic Fashion Institute kepada reporter NET Anggi Crestamia, Juni 2016.

Lewat IFI, para pendiri sekolah ini percaya, menyebarkan keindahan berbusana sesuai kaidah, merupakan cara mereka menyebarkan ilmu dalam kebaikan.

ANGGI CRESTAMIA

 

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments