hero
Pertemuan Presiden Obama dan Dalai Lama di Gedung Putih, 15 Juni 2016. (Reuters)

EDITOR : TITO SIANIPAR

17 Juni 2016, 04:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Pemimpin umat Buddha Tibet menemui Presiden Amerika Barack Obama di Gedung Putih, Rabu, 15 Juni 2016. Dalam pertemuan itu, Obama memuji Dalai Lama dan mendukung pelestarian tradisi beragama Tibet.

Namun kunjungan Dalai ke kepala negara Amerika ini membuat Cina berang. Dalam tradisi diplomatik, biasanya kepala negara hanya akan menemui tamu yang selevel dengannya. Misalnya sesama kepala negara atau sesama kepala pemerintahan.

Selain itu, Tibet selama ini masih berjuang menuntut kemerdekaan dari Cina. Dalai Lama dalam kaca mata Cina adalah representasi gerakan kemerdekaan, yang dalam bahasa pemerintah Cina disebut gerakan separatis.

Berikut perang pernyataan antara Cina dan Amerika seputar kunjungan Dalai Lama tersebut.

"Kami menyerukan kepada Amerika untuk berhenti menggunakan isu Tibet untuk mencampuri urusan dalam negeri Cina," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Lu Kang, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 16 Juni 2016.

"Pemerintah dan rakyat Cina akan menjaga kedaulatan dan persatuan etnis sebagai sesuatu yang mutlak. Setiap usaha memanfaatkan isu Tibet untuk menggangu internal Cina, khususnya dalam hal stabilitas dan persatuan etnis, tidak akan berhasil. Amerika harus menghentikan segala upaya yang bisa mengganggu kerja sama kedua negara," pungkas Lu Kang.

BACA JUGA: Dalai Lama Bicara soal Islam

Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest juga mengeluarkan pernyataan soal pertemuan Obama dan Dalai Lama. "Dalai Lama dan Presiden Obama menghargai pentingnya hubungan yang produktif dan konstruktif antara Amerika dan Cina," ujar Josh.

"Presiden Obama sangat menghargai Dalai Lama karena ajaran dan kepercayaannya dalam menjaga keunikan agama, budaya, dan bahasa Tibet. Posisi Amerika terkait Tibet tidak berubah. Dalam kebijakan Amerika, Tibet adalah bagian dari Republik Rakyat Cina dan Amerika tidak menyatakan dukungan atas kemerdekaan Tibet," kata Josh.

REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments