EDITOR : DASNITA M. SINAGA

17 Juni 2016, 03:09 WIB

POLANDIA

Ada yang keren nih dari Polandia! Sekarang sarang lebah bisa memberitahu peternak perubahan drastis yang terjadi di sarang mereka, lewat telepon genggam.

Well..ini bisa dilakukan berkat alat pendeteksi yang dikembangkan Wojciech Sojka, mahasiswa AGH Universitas Sains dan Teknologi, Krakow, Polandia. Dia berhasil menciptakan Maja (baca: Maya) sebuah perangkat yang dapat memonitor perubahan yang terjadi dalam sarang. "Saya mempelajari suhu, kelembaban, gerak dan menganalisis spektrum akustik. Semua data ini  ditransmisikan ke server data eksternal," kata Sojka.

Mahasiswa teknik elektro ini kemudian menganalisa semua data dari perangkat yang terpasang di salah satu sarang lebah di halaman rumahnya. "Analisis spektrum akustik memungkinkan kita untuk mendengar apa yang dilakukan ratu lebah dan apakah lebah merasa terganggu atau ada dalam bahaya," jelas Sojka.

Satu sarang lebah biasanya dihuni 10.000 ekor lebah dengan berat sekitar 1 kg. Jika berat sarang lebah tiba-tiba berkurang karena madu dicuri atau koloni lebah pindah ke sarang lain maka sensor akan langsung mengirimkan notifikasi pesan teks kepada peternak lebah. 

Nggak hanya memberitahukan tanda bahaya, semua data yang dikumpulkan dari sensor ini juga bisa memberi pengetahuan kepada peternak tentang  Colony Collapse Disorder atau CCD, yaitu sebuah tanda dimana lebah pekerja satu persatu hilang dari sarang, dan dapat membunuh seluruh lebah dalam kelompoknya. 

FYI, populasi lebah madu secara global telah turun drastis dalam beberapa dekade terakhir karena CCD, peningkatan penggunaan pestisida dan faktor perubahan iklim.

Selain itu, peternak lebah juga bisa mengetahui saat ini daerah mana yang baik untuk penyerbukan. Sehingga ia bisa memindahkan lebah-lebahnya ke tempat tersebut dan bisa meningkatkan hasil panen madu.

“Pemeriksaan sarang lebah memakan banyak waktu, karena harus sering dilakukan untuk mengetahui kondisi sarang dan mengganggu pekerjaan lebah.” tutup Sojka

Kini, peternak lebah bisa  mengumpulkan rata-rata 20-30 liter madu per sarang. Dengan teknologi Maja-nya, Sojka berharap bisa membuat tugas peternak jadi lebih mudah dan tidak lagi mengganggu kerja lebah. 

 

Reuters

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments