EDITOR : FIRZA ARIFIEN

14 Juni 2016, 12:05 WIB

ACEH, INDONESIA

Sebuah kapal yang mengangkut imigran Sri Lanka terdampar di perairan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kapal diketahui masuk perairan Aceh pada Sabtu, 11 Juni 2016.

"Pertama diketahui oleh nelayan, kemudian nelayan itu memberi tahu Pemda setempat. Kita cek ke lokasi, kapal tersebut ternyata rusak," ujar Kepala Imigrasi Banda Aceh Herry Sudiarto. 
 
Menurut Herry, kapal sudah terkatung-katung selama 4 hari di perairan Lhoknga. Kapal terdampar karena bagian mesinnya rusak. 
 
"Mereka minta teknisi untuk memperbaiki mesin. Setelah diperbaiki, ketika mau berangkat mereka meminta bahan bakar sampai 7 ton. Kita penuhi hanya 1 ton," tambah Herry.

Kapal imigran Sri Lanka yang terdampar di perairan Lhoknga, Aceh, Selasa, 14 Juni 2016. (NET/Munandar Syamsuddin)

Penumpang dan awak kapal total berjumlah 44 orang, terdiri dari 20 laki-laki, 15 perempuan dan 9 anak. Satu orang penumpang kapal dalam kondisi hamil. 

Kepada petugas imigrasi, para pengungsi mengaku akan menuju Australia. Minggu pagi, 12 Juni 2016, kapal sempat dikawal ke luar perairan Indonesia. Namun Minggu malam kapal kembali dengan alasan mesinnya rusak lagi.

Hingga Selasa, 14 Juni 2016, para imigran masih bertahan di perairan Lhoknga yang berjarak 300 meter dari daratan. Pihak Imigrasi Banda Aceh sudah berkoordinasi dengan badan PBB untuk pengungsi (UNHCR) untuk menangani para imigran tersebut.
 
Kontributor: Munandar Syamsuddin

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments