Penyerangan Klub Gay di Orlando

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

13 Juni 2016, 13:03 WIB

AMERIKA SERIKAT

Presiden AS Barack Obama marah dengan peristiwa penembakan yang terjadi di sebuah klub gay bernama Pulse yang terletak di Jalan Orang Avenue, Orlando, Florida, Amerika Serikat. Obama menyebut jika aksi brutal ini sebagai teror yang penuh kebencian.

"Kita sekarang cukup untuk menyatakan ini sebagai aksi teror dan aksi kebencian," kata Obama di Gedung Putih pada Minggu sore waktu setempat seperti yang dilansir dari Reuters pada Senin 13 Juni 2016.

Obama menambahkan jika saat ini masyarakat Amerika harus bersatu untuk melawan segala bentuk aksi serupa. "Sebagai orang Amerika kita bersatu dalam duka dan kemarahan serta bertekad untuk membela orang-orang kami," imbuhnya.

Penembakan ini juga dianggap sebuah peringatan bagi warga Amerika seluruhnya. "Ini adalah peringatan serius yang menyerang orang Amerika mana pun, terutama ras, etnik, agama atau orientasi seksual adalah sebuah serangan kepada kita semua dan kepada nilai fundamental kesetaraan dan martabat yang membuat kita bernegara," tutur Obama.

Peristiwa berdarah ini berlangsung pada minggu 12 Juni 2016 sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Insiden ini menewaskan 50 orang dan melukai 53 orang. Pelaku bernama Omar Mir Seddique Marteen tewas tertebak saat baku tembak dengan polisi.

Reuters

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments