EDITOR : DEWI RACHMAYANI

13 Juni 2016, 12:17 WIB

FILIPINA

Sebuah rumah besar di Quezon, Filipina, ditempati belasan pemain game online profesional. Mereka berada di rumah ini untuk bermain, bermain dan bermain game! Rumah didedikasikan untuk mereka sejak Januari 2016.

 

Dalam seminggu, pemain game dari 3 tim ternama Filipina diwajibkan berlatih 40 jam non-stop.  Semua kebutuhan mereka dipenuhi. Ada pelayan yang menyiapkan makanan dan merapikan rumah. Ada kolam renang untuk berolahraga dan melepas stress. Dan tentunya, ada bayaran untuk mereka yang terpilih berlatih di rumah ini.

 

 

Rumah untuk Hasilkan Pemain Game Online Kelas Dunia, Maret 2016 (APTN)

 

Tinggal bersama lusinan pemain dalam satu rumah telah mengubah cara satu sama lain berinteraksi di dunia nyata dan di dunia game online. “Sebelumnya kami berlatih di rumah masing-masing, tim saya terdiri dari 5 orang. Namun di sini kami bertemu setiap hari, bahkan ketika tidak sedang bermain game pun kami bertemu satu sama lain, kami jadi semakin tahu kualitas masing-masing. Kami butuh ini untuk sebuah tim, sinergi di pikiran dan di tindakan. Lebih mudah juga membetulkan kesalahan jika kami bersama-sama,” kata Ryan Crisostomo, anggota Global Offensive Team yang berusia 34 tahun.

 

Jadwal mereka ketat.  Para pemain dibimbing oleh tim ahli yang menentukan target untuk diraih dalam kurun waktu tertentu. “Dulu tidak ada yang membimbing dan mengawasi kami. Kini kami punya sistem. Ada orang-orang yang menjaga kami, memastikan kami produktif. Karena tentunya ada sponsor yang telah menanamkan uang. Karena itu tim kami harus bekerja keras,” kata Ryan Jay Qui, pemuda berusia 20 tahun, anggota DOTA2.

 

 Kelas Bagi Para Pemain Game Online, Maret 2016 (APTN)

 

Biaya operasional berasal dari perusahaan-perusahaan besar. Dana sengaja diinvestasikan untuk menghasilkan pemain game online kelas internasional. Turnamen demi turnamen diikuti, mulai dari turnamen nasional hingga internasional. 

 

Tim yang berlatih di rumah ini terdiri dari 3 tim, yaitu  Global  Offensive, League of Legends dan Defence of the Ancients 2 atau DOTA 2. Ketiganya berada di bawah naungan Organisasi Game Profesional Mineski.

 

Tempat pelatihan seperti ini juga ditemukan di negara lain seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat dengan fasilitas yang lebih mewah. Kini, kompetisi game online menjadi pertarungan bergengsi di industri game online. Dan Filipina pun, tak ingin ketinggalan untuk membawa pemain mereka ke level internasional. Seperti yang dituturkan Marie France Hernandez, manajer tim Mineski. “Di sini kami membangun harap. Bahwa suatu saat nanti warga Filipina dapat jadi juara di turnamen internasional. Kami tidak boleh menyerah.”

 

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments