hero
Pesta pembukaan EURO 2016 (dailymail)

UEFA EURO 2016

EDITOR : TITO SIANIPAR

12 Juni 2016, 13:15 WIB

PERANCIS

UEFA Euro 2016 bergulir sudah. Tuan rumah Perancis, di pertandingan pembuka Sabtu, 11 Juni 2016 dini hari, sukses mendulang poin penuh. Gol Olivier Giroud dan Dimitri Payet membuahkan kemenangan 2-1 atas tim Balkan Rumania.

Sehari berselang, tiga partai lainnya juga sukses berlangsung. Swiss mengalahkan Albania 1-0, diikuti Wales menjungkalkan Slowakia 2-1, dan Inggris yang ditahan imbang Rusia 1-1.

Meski roda turnamen sudah berputar, aura kegelisahan tak bisa tersembunyikan. Pasalnya, penyelenggaraan Euro 2016 ini berada di bawah bayang-bayang ancaman teror.

Mulai dari aksi teror biadab di penghujung tahunn 2015 di Paris yang merenggut lebih dari 150 nyawa. Hingga penggerebekan dan penangkapan terhadap potensi teror di berbagai tempat.

Salah satunya di Ukraina ketika seorang pria Perancis bersama amunisi ringan hingga berat ditangkap otoritas sana, lima hari sebelum pembukaan Euro 2016. Gregorie Moutaux, 25 tahun, ditangkap di perbatasan Ukraina dan Polandia.

Gregorie diduga akan melancarkan teror di Perancis selama penyelenggaraan Euro 2016. Pasalnya dia diketahui merupakan anggota sayap kanan yang anti Islam dan Yahudi. Targetnya adalah masjid, sinagoga, dan pusat keramaian selama Euro 2016.

"Dia membawa lima senapan Kalashnikov, 5 ribu peluru, dua peluncur granat anti-tank, 125 kilogram TNT, 100 detonator, 20 topeng, dan barang lainnya," kata Vasyl Grytsak, pejabat keamanan SBU Ukraina.

Bayang-bayang teror itu membuat otoritas keamanan Perancis bekerja keras selama Euro 2016. Tak hanya itu, bahkan Interpol merasa perlu terlibat aktif mengamankan pesta sepak bola Eropa empat tahunan ini.

"Dengan lebih dari 2 juta fans dari seluruh dunia, ini adalah ajang internasional yang melekat dengan ancaman keamanan," kata Sekretaris Jenderal Interpol Juergen Stock, dalam rilis Interpol.

Dalam rangka ini, Interpol siaga selama 24 penuh dengan mengoperasikan Command and Coordination Centre. Selain bekerja sama dengan Pusat Kerjasama Polisi Internasional yang bermarkas di Paris, Interpol juga berkoordinasi dengan 190 negara anggotanya.

Hal ihwal yang menjadi lingkup kerja Interpol adalah verifikasi identitas paspor terutama atas laporan kehilangan, data buron dari seluruh negara, penyatuan data sidik jari, dan terutama identitas terduga teroris. Bahkan yang berhubungan dengan kejahatan teroganisir serupa perdagangan manusia juga dipantau Interpol selama Euro 2016.

Kejadian penangkapan di Ukraina mendapat perhatian serius Interpol. Banyaknya penyelundupan senjata dari Balkan membuat sensor alarm Interpol menyala. Dalam 48 jam terakhir sebelum Euro 2016 dibuka, Interpol bersama otoritas negara-negara Balkan berhasil menyita 40 senjata, 6 kilogram bahan peledak, 11 bom tangan, dan 1300 amunisi.

"Persiapan aparat keamanan Perancis sudah mumpuni. Tapi keamanan pada event seperti ini adalah tanggung jawab global yang membutuhkan kerja sama penegak hukum seluruh dunia," pungkas Stock.

Perjalanan turnamen empat tahunan ini masih panjang. Semua ingin aparat keamanan mampu mencegah jatuhnya korban jiwa dari aksi teror jahanam. Karena yang kita harapkan dari Euro 2016 ini adalah hiburan. Jangan sampai hiburan itu bersimbah darah. Semoga.

TITO SIANIPAR | INTERPOL.INT | DAILYMAIL

BACA JUGA
Inggris Gagal, Wales Bikin Rekor
Payet Gelar Pesta buat Perancis
Rekor Baru Pemain Tertua Euro
Belgia Tim Termahal, Ukraina Termurah

 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments