Muslim Traveler

EDITOR : PUTU DYAH

11 Juni 2016, 16:05 WIB

AFRIKA SELATAN

Kehadiran sebuah kedai bernama ‘Warung Kopi’ mengejutkan saya, saat datang ke Cape Town, Afrika Selatan awal Februari 2016. Ini jadi momen pertama saya, Yana Maliyana, reporter NET. berkunjung ke negeri Nelson Mandela.  Suasana diskriminatif khas politik apartheid tidak saya rasakan. Justru wajah dari berbagai belahan dunia lah yang saya temui, termasuk jejak negara saya, Indonesia.  

Nenek moyang dari nusantara hadir ke Afrika Selatan sekitar tahun 1964. Sosok sufi  bernama Syekh Yusuf memegang peranan penting dalam  kehadiran warga Indonesia dan agama Islam di sini. Ulama asal Gowa, Sulawesi Selatan ini diasingkan pemerintah Belanda karena kegigihannya melawan penjajah.

Kini  kita bisa melihat jejak Syekh Yusuf lewat makamnya yang ada di kawasan Macassar, Cape Town. Di kota pelabuhan ini  60% warganya beragama Islam.  “Sebelum kedatangannya ke sini, tidak ada Islam ataupun berbagai aktivitas terkait Islam di Afrika Selatan.  Islam berawal di Cape Town dan itu lewat kehadiran Syekh Yusuf,” cerita Tanzeelur- Rahman Jassiem Jaseem, warga Afrika Selatan yang saya temui.

Interaksi dengan warga membuat saya  tahu kalau warga keturunan Indonesia di negara ini disebut ‘cape malay’. Lebih dari 3,5 abad hidup di Afrika tidak membuat mereka lupa akan budaya. Tradisi seperti bela diri pencak silat, mereka lestarikan agar lebih dekat dengan tanah leluhur.  

Para warga keturunan juga mengadaptasi kata-kata dari bahasa Indonesia menjadi bahasa sehari-hari. Feiza Toufy, pemilik warung kopi mengenalkan saya pada tramakasih yang berarti terimakasih dan hari raya lebaran mereka sebut sebagai lebarang. Bahkan buah pisang pun tetap disebut pisang di kawasan ini. 

Haah..datang ke Afrika Selatan malah membuat saya teringat Indonesia. Dua negara beda benua yang memiliki keterkaitan cerita.  Kisah tentang Syekh Yusuf, 'cape malay', dan sejarah Indonesia di Afrika Selatan ini hadir di program Muslim Traveler, NET., Minggu 12 Juni 2016, pukul 04.30 - 05.00 WIB.

Ayo telusuri jejak Indonesia di Negeri Nelson Mandela. 

Reporter : Yana Maliyana 

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments