EDITOR : FIRZA ARIFIEN

9 Juni 2016, 17:15 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Alhamdulillah, Allah memberikan nikmat suara, jadi saya sempurnakan untuk dakwah melalui Alquran

Suara merdunya ketika melantunkan ayat-ayat suci Alquran berhasil memukau banyak orang. Netizen yang sudah melihat videonya di Youtube, mungkin tak asing lagi dengan nama Muzammil Hasballah. 

Melalui akun Youtube-nya, Muzammil mengunggah sebuah video ketika ia menjadi imam dan membaca Alquran surah Ibrahim. Video yang diunggah pada 27 Februari 2016 tersebut, hingga kini sudah dilihat oleh lebih dari 280 ribu orang. Awalnya, Muzammil mengunggah video itu untuk berdakwah, memberi inspirasi dan motivasi kepada semua orang agar lebih rajin beribadah, terutama generasi muda.

"Sebenernya anak muda akan tertarik ketika kita mengaji dengan indah. Alhamdulillah, Allah memberikan nikmat suara, jadi saya sempurnakan untuk dakwah melalui Alquran," kata Muzammil kepada Kontributor NET di Bandung, Kamis, 9 Juni 2016. 

Muzammil adalah pemuda kelahiran Aceh. Di usianya 23 tahun sekarang, ia baru saja menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Arsitektur. Kini selain aktif menjadi imam masjid Al Lathiif, Cihapit, Bandung, Muzammil juga kerap menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan keagamaan. Mulai dari kegiatan kajian Alquran hingga memberikan pelatihan Tilawatil Quran  kepada pelajar.

Muzammil Hasballah bersama teman-temannya. (INSTAGRAM/muzammilhb)

Tapi di luar itu, Muzammil tak ada bedanya seperti anak muda kebanyakan. Ia masih hangout bersama teman-temannya di kafe atau menghabiskan waktu dengan bermain skateboard. Kegiatan-kegiatan Muzammil ini bisa dilihat di akun instagramnya, @muzammilhb, yang kini sudah memiliki hampir 100 ribu pengikut.

Muzammil Hasballah, Imam yang hobi main skateboard. (INSTAGRAM/muzammilhb)

Muzammil semakin populer di kalangan pengguna media sosial. Belakangan banyak tawaran datang dari produk-produk bernuansa islami yang ingin mengajaknya bekerja sama. Mulai dari produk busana muslim hingga biro perjalanan haji dan umrah. Namun tidak semua tawaran diterima Muzammil. Ia lebih mendahulukan undangan menjadi pembicara untuk meneruskan visinya, berdakwah menegakkan Islam di kalangan generasi muda.

Kontributor: Iqwan Sabba

 
 

 

 

 

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments