hero
Suasana konferensi pers IDI, Jakarta, 9 Juni 2016. (NET/Yaksa Sembodo)

EDITOR : TITO SIANIPAR

9 Juni 2016, 21:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Ikatan Dokter Indonesia enggan dilibatkan sebagai eksekutor hukuman kebiri bagi terpidana kejahatan seksual terhadap anak. Alasannya hal tersebut tidak sesuai dengan sumpah profesi dan kode etik kedokteran.

"Untuk kastrasi atau kebiri secara kimiawi ini, jangan kami yang ditetapkan sebagai eksekutor," kata Ketua Pengurus Besar IDI Ilham Oetama Marsis, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis, 9 Juni 2016.

Ilham menambahkan bahwa sejatinya IDI mendukung kebijakan pemerintah untuk menghukum penjahat seksual seberat-beratnya. Tapi tidak dengan melibatkan dokter sebagai eksekutornya.

Selain kode etik dan sumpah dokter, sikap IDI ini sejalan dengan keputusan fatwa Majelis Kehormatan dan Etik Kedokteran (MKEK). "Dokter menghayati bahwa dia tidak boleh memperlakukan badannya sendiri maupun orang lain secara semena-mena," kata Ketua MKEK Prijo Sidipratomo.

Menurut Prijo, dokter hanya boleh memasukkan obat kepada pasien dengan tujuan mengurangi sakit, meringankan penderitaan, dan meningkatkan kebahagiaan pasien. "Dokter tidak boleh mencederai orang lain atas dasar kemanusiaan," kata Prijo.

Sikap IDI ini bertentangan dengan pemerintah yang memberlakukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 23 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Perlindungan Anak. Hukum kebiri adalah hal baru yang diatur dalam perppu itu.

Padahal sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengklaim IDI sudah setuju dengan rencana pemerintah memberlakukan hukuman kebiri dalam perppu tersebut.

Dengan sikap baru IDI ini maka pemerintah harus mengambil langkah tertentu. Pasalnya hanya dokter yang memiliki kompetensi untuk memasukkan zat kimia ke tubuh manusia.

WURY FEBRIANINGRUM

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments