hero
Suasana SPBU Jalan Raya Pemuda, Rempoa Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa, 7 Juni 2016. (NET/Eduward Ambarita)

EDITOR : TITO SIANIPAR

8 Juni 2016, 06:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kamis, 2 Juni lalu, Kepolisian Daerah Metro Jaya, membongkar kecurangan penjualan bahan bakar minyak di SPBU Jalan Raya Pemuda, Rempoa Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Kini, Netizen yang pernah merasa dicurangi oleh SPBU nakal berbagi tipsnya kepada pembaca Net Z.

Ghina Rizqi, mahasiswi tingkat akhir Universitas Padjajaran, Bandung, pernah merasa dicurangi oleh salah satu SPBU yang berlokasi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. "Jadi pas ngisi bensin premium Rp 150 ribu kok naiknya cuma 2 strip, padahal biasanya naiknya 4 strip," kata mahasiswi yang selalu membawa mobil ke kampus ini.

Ghina Rizqi (NET)

Kini, perempuan berusia 21 tahun ini mempunyai cara untuk menghindari kecurangan dari SPBU nakal. "Kalau sekarang ngisi bensin nominalnya dibuat ganjil aja kaya Rp 127 ribu atau 113ribu. Ngga pernah lagi Rp 100 ribu atau Rp 150 ribu," ujar Ghina kepada NET Z, Selasa, 7 Juni 2016. "Biar terhindar aja sih dari kecurangan. Takutnya mesinnya sudah di-setting. Jadi cari nominal yang ga mainstream," timpalnya.

Fitra Satria (NET)

Hal yang sama juga pernah dialami oleh Fitra Satria, 30 tahun. Ia pernah merasa dicurangi saat mengisi bahan bakar untuk mobilnya di salah satu SPBU di Jakarta Selatan pada 2012 silam. "Pas beli pertamax Rp 200 ribu indikator bensin di mobil naiknya ga sebanyak biasanya," pengakuan Fitra kepada Net Z.

Belajar dari kejadian tersebut pria pecinta otomotif ini, sekarang menjadi selektif memilih SPBU. "Kalau sekarang ngisi-nya di SBPU yang kode awalnya 31. Karena yang awalnya 31 itu kan pemilik dan pengelolanya Pertamina langsung bukan swasta atau perorangan," ucap Fitra. "Selain itu juga isinya di SPBU yang ada lambang 'Pasti Pas' dan yang ada di jalan protokol," tambahnya.

Pengalaman serupa juga dialami La Saras, 27 tahun. Ia merasa monitor bensin di mobilnya tidak naik seperti biasa saat ia mengisi premium untuk mobilnya seharga Rp 100 ribu. Saat itu, ia mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di daerah Jakarta Selatan.

La Saras (NET)

Saras juga punya siasat agar tidak merasa tertipu lagi. "Sekarang ngisi bensin di SPBU dekat rumah aja yang sampai saat ini ngrasanya sih SPBU itu ngga curang. Jadi sudah ngga pernah asal lagi deh kalau isi bensin," tutur wanita asal Bali ini.

Pertamina dalam jumpa wartawan, Selasa, 7 Juni 2016 di SPBU Abdul Muis, Jakarta, menyatakan jika para konsumen yang merasa dicurangi oleh SPBU, dapat langsung mengadukannya. Laporan tersebut bisa melalui twitter @PTPERTAMINA ,  hotline 1 500 000 atau email ke pcc@pertamina.com.

Pertamina melalui Jumali, General Manager Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat juga memberikan tips bagi konsumen agar terhindar dari kecurangan SPBU nakal. "Pelanggan juga perlu care saat mengisi bahan bakar. Jangan hanya melihat dari nol nya saja tapi harus sampai akhir," tutur Jumali.

Berita kecurangan yang dilakukan SBPU Rempoa Raya, sontak mengejutkan berbagai pihak. Hal ini lantaran kecurangan tersebut menggunakan teknologi yang cukup canggih, yaitu dengan menggunakan alat tambahan yang dipasang di dispenser pengisian BBM. Kemudian para pelaku mengontrol alat tersebut menggunakan remote agar jika dilakukan razia, fungsi mesin bisa dikembalikan menjadi normal.

Para pelaku yang terdiri dari 3 orang pengelola dan 2 orang pengawas sudah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka dijerat Undang-undang Perlindungan Konsumen dan pelanggaran aturan meterologi dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp 2 miliar.

DEVY ASHARI

8

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments