Kampung Sangkrah

EDITOR : PUTU DYAH

8 Juni 2016, 21:40 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Kampung kumuh, tempatnya para preman dan pengangguran. Itulah citra yang tertempel pada Kampung Sangkrah di Solo, Jawa Tengah. Sangkrah menjelma satu noktah hitam di tengah kota keraton yang dikenal dengan kearifan budayanya ini. Tapi Sangkrah mendapat warna baru, setelah didirikannya Rumah Baca Teratai, Januari 2014.

“Saya ingin memberikan warna, bisa menunjukkan pola pikir yang lebih positif. Tidak hanya hitam kotor, jadi bisa berefek pada masyarakatnya itu tentunya efek yang baik dengan warna-warna, " kata Danny Setyawan di Kampung Sangkrah, Februari tahun ini.

Danny Setyawan yang datang dari luar Sangkrah, tergerak untuk menggagas perubahan. Ia menyadari pentingnya membangun suasana positif di 'kampung preman' ini, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Sangkrah. Danny bersama warga dan tokoh lain pun mendirikan Rumah Baca Teratai sebagai upaya awal perbaikan.  

Gerakan positif ini tersebar ke tempat lain lewat jaringan pertemanan dan media sosial. Bantuan dana, buku, juga semangat mengalir ke Sangkrah. Suasana suram di kampung, tergantikan warna-warni mural yang dibuat pemuda. Lewat media gambar mereka menyelipkan semangat hidup.

Sejak berdirinya, Rumah Baca Teratai menjadi denyut yang menghidupkan Kampung Sangkrah. Tidak cukup sampai di situ, satu per satu kegiatan positif juga dikenalkan kepada warga. Seperti membatik, kelas fotografi dan kelas inspirasi. Orang-orang dari berbagai profesi hadir untuk berbagi motivasi. Setiap acara dirancang agar menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga Sangkrah. "Jadi lebih kreatif. Keterampilan sama pengetahuanku lebih luas dan jadi lebih berani," kata Hanifah Az Zahra, remaja Rumah Baca Sangkrah.

Dulu, Sangkrah sering dikaitkan dengan sampah pating bekakrah, ungkapan Jawa yang berarti sampah berserakan. Karena tak jauh dari tempat ini, terdapat aliran sungai yang kerap membawa sampah tersangkut ke kampung. Kini Kampung Sangkrah berganti rupa, lewat rumah baca dan beragam kegiatan yang memberdayakan warga.

Reporter: Yasmina Anindya

 

 

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments