hero

Kesehatan Puasa

EDITOR : PUTU DYAH

7 Juni 2016, 12:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Saat Bulan Ramadan, ada beberapa kondisi yang perlu dibatasi karena bisa mempengaruhi kesehatan atau menganggu ibadah setahun sekali ini. Tapi sebenarnya aktivitas puasa bisa tetap dilakukan asalkan sesuai dengan kebugaran tubuh dan tetap memenuhi kebutuhan gizi. Apa saja kondisi tersebut dan bagaimana penjelasan dari ahlinya?

Olahraga Beban

Untuk kamu yang sering melatih otot di tempat kebugaran, nggak perlu cemas puasa kamu terganggu. Aktivitas ini justru bisa menjaga kesehatan selama satu bulan berpuasa. “Kalau kita biasa olahraga terus tiba-tiba menghentikan sebulan, ada penurunan kemampuan otot,” jelas dr. Michael Triangto SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga.

Walau demikian ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi saat kita latihan. Pilihlah olahraga berintensitas rendah yang tidak banyak melibatkan kerja jantung dan paru-paru. Tujuannya agar tubuh tidak kekurangan cairan atau dehidrasi. Gerakan yang bisa kita lakukan antara lain squat yang bisa melatih otot paha dan lutut, serta Russian twist, couple sit up dan side plank untuk melatih otot perut. Semua gerakan cukup dilakukan sebanyak satu set, masing-masing dengan 8 kali pengulangan.  Olahraga sebaiknya dilakukan 1 jam sebelum atau 2 jam setelah berbuka puasa.

Puasa Untuk Ibu Hamil

Tidak sedikit ibu hamil dan menyusui yang memilih tidak berpuasa untuk sementara, demi memenuhi kebutuhan gizi dan perkembangan si kecil. Tapi menurut dr.Yassin Yanuar SpOg, kondisi hamil tidak menjadi halangan untuk menjalankan ibadah ini. “Ibu hamil dan menyusui bisa berpuasa asalkan kondisinya bugar karena puasa bersifat stressor, yang menimbulkan rasa lapar dan haus,” jelas dokter spesialis obgyn ini.

Bagi wanita hamil dan menyusui yang tetap puasa sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu. Puasa bersifat memindahkan waktu makan. Asupan gizi harus diperhatikan dengan mengatur menu seimbang saat sahur dan berbuka. Pastikan untuk mengonsumsi sayur, buah dan air minum 2-2,5 liter per hari. Semua demi memenuhi kebutuhan  300-500 kalori yang dibagi untuk ibu dan janin.

Puasa Untuk Penderita Diabetes

Diabetes menjadi  momok bagi banyak orang karena termasuk salah satu penyakit paling berbahaya di dunia. Asupan makanan dan kandungan cairan dalam tubuh menjadi hal yang penting untuk dikontrol . Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr. Andra Aswar SpPd, penderita diabetes boleh berpuasa asalkan memenuhi syarat tertentu. Pertama, tingkat gula darah harus dibawah 250 mg/dL. Jika terlalu rendah, pasien bisa mengalami hipoglikemi yang ditunjukkan dengan gejala keringat dingin, lemas dan mata berkunang. Sedangkan pasien dengan tingkat gula darah lebih dari 250 mg/dL, tidak dianjurkan berpuasa karena beresiko hilang kesadaran. Untuk menjaga kondisi tetap prima, penderita diabetes yang berpuasa sebaiknya terus menjaga pola makan dan menghindari makanan manis saat berbuka. Pasien juga harus rutin meminum obat dan mengontrol kandungan gula darahnya.

NET NEWS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments